Halmahera Wildlife Photography (HWP), komunitas pemerhati satwa liar di Maluku Utara, menggelar kegiatan bertajuk Malut Bird Walk di Pelabuhan Darko dan Muara Sungai Oba, Sofifi, Ahad, 1 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi dalam Asian Waterbird Census (AWC), program konservasi burung air berskala internasional.
AWC merupakan bagian dari International Waterbird Census (IWC), sensus burung air internasional terbesar dan terlama di dunia yang telah berlangsung sejak 1987. Program ini bertujuan memantau populasi burung air di kawasan lahan basah berbagai negara.
Dewi Ayu Anindita, Koordinator HWP, mengatakan AWC membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam pendataan burung air di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak siapa sajak untuk mendata burung air di sekitar kita. Data yang dikumpulkan akan menjadi rujukan populasi burung air secara global maupun nasional dan lokal,” kata Dewi.
Menurut dia, setiap orang dapat berkontribusi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Maluku Utara. Relawan, baik individu maupun kelompok, dapat melaporkan hasil pengamatan dengan mengunduh formulir elektronik melalui laman AWC Indonesia atau menggunakan aplikasi Burungnesia 3.0. Penginputan data dapat dilakukan langsung dari lapangan.
Dewi menambahkan, selama lebih dari enam dekade pelaksanaan IWC, sensus ini telah menjangkau 189 negara di lebih dari 67.000 lokasi, dengan pendataan lebih dari 1,9 miliar burung air.
Tahun ini, Indonesia berpartisipasi secara kolektif melalui Kementerian Kehutanan bersama sejumlah organisasi, antara lain Burung Laut Indonesia, Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Wetlands International Indonesia, Yayasan Ekologi Satwa Alam Liar Indonesia (EKSAI), dan Burungnesia.
Dalam pengamatan di Pelabuhan Darko dan Muara Sungai Oba, HWP bersama para relawan mencatat sedikitnya 16 jenis burung. Jenis-jenis yang terdata antara lain burung gereja erasia (8 individu), walet sapi (4), perling ungu (6), mandar kalung kuning (2), tekukur biasa (5), kipasan kebun (4), layang-layang batu (30), kekep babi (1), kicuit kerbau (12), kuntul kecil (1), kuntul karang (1), dara laut biasa (12), cikalang kecil (6), pecuk padi hitam (1), trinil pantai (6), dan cekakak sungai (2).

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.