Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, fokus menangani bencana di 22 titik rawan yang belum tertangani. Titik-titik rawan tersebut tersebar di beberapa kecamatan dan desa di Tidore Kepulauan.
Muhammad Abubakar, Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, mengatakan bahwa BPBD telah melakukan pemetaan wilayah untuk mengetahui daerah-daerah yang berpotensi terkena bencana. Dari delapan kecamatan yang dipetakan, ada empat kecamatan yang disebut rawan.
“Ada empat kecamatan di Tidore Pulau yang sering terjadi banjir rob dan longsor, seperti di Tidore Timur. Sedangkan di Tidore Selatan itu ada banjir rob dan angin puting beliung,” kata Abubakar kepada reporter Tuturfakta, pada Jumat, 31 Januari 2025.
Abubakar juga mengatakan bahwa BPBD telah mengantisipasi dan menangani bencana yang terjadi di beberapa kelurahan, seperti Kelurahan Tosa dan Rum Balibungan. Masih ada beberapa titik rawan yang belum tertangani, seperti di Guraping, dusun Sukma, Desa Kusu, dan Akelamo.
“Kami masih membutuhkan estemasi anggaran untuk menangani bencana di titik-titik rawan tersebut,” kata Abubakar.
BPBD Kota Tidore Kepulauan telah menerima dana hibah dari pusat senilai Rp14 miliar untuk menangani bencana di tahun 2025.
“Untuk dana tersebut, kami tempatkan di Desa Maidi, Akelamo,Siokona, dan Kelarahan Rum. Karena bencana terjadi berulang-ulang sehingga kami mengusulkan rehabilitasi dan rekonstruksi, dan sekarang dalam tahap perencanaan,”ujarnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.