Sejumlah sembako di Pasar Higienis Bahari Berkesan, Kota Ternate, Maluku Utara, mengalami kenaikan harga. Sembako tersebut seperti gula pasir dan minyak goreng.
Tono, salah satu pedagang sembako di pasar Higienis mengatakan, hampir semua harga sembako masih stabil. Hanya saja, ada beberapa yang mengalami kenaikan harga.
“Gula pasir dan minyak goreng yang belakangan mengalami kenaikan. Untuk harga gula pasir saat ini kita beli dari distributor, Rp910 ribu per 50 kilogram. Sedangkan untuk satu karton 18 liter minyak goreng harganya Rp400 ribu sekian,” ujar Toto kepada reporter Tututrfakta, pada Sabtu, 1 Februari 2025.
Sejumlah harga sembako yang naik tersebut terjadi sejak penghujung 2024 kemarin, kata Tono.
“Minyak goreng Curah naik di bulan November 2024, padahal, sebelumnya satu karton 18 liter hanya Rp380 ribu. Sedangkan harga gula pasir sebelumnya hanya Rp850 per 50 kilogram. Tapi harganya baru naik pada Januari 2025,” ujarnya.
Ia bilang, dengan kenaikan sejumlah harga sembako tersebut, mempengaruhi harga ecerannya.
“Gula pasir yang sebelumnya kita jual perkilogram Rp19 ribu, kini harganya Rp20 ribu. Sementara harga minyak goreng Curah yang sebelumnya kita jual per setengah kilogram Rp10 ribu dan satu kilogram Rp20 ribu. Sekarang per setengah kilogram kita jual Rp11 rib dan satu kilogram harganya RpRp22 ribu,” katanya.
Lukman, pedangan sembako juga mengakui harga gula pasir nyaris mendekati satu juta. “Sebelumnya, harga dua belas liter hanya Rp195 ribu. Sekarang, dua belas liter harganya Rp200 ribu. Perliternya kita jual Rp19 ribu,” jelasnya.
Tono mengaku, tak tahu apa penyebab kenaikan sejumlah harga sembako, karena menurutnya, itu bukan urusannya.
“Mungkin karena kenaikan PPN 12% atau apa, saya tidak tahu. Kita mengikut saja harga yang dipatok distributor. Yang menilai baik buruknya kenaikan harga itu sebetulnya para pembeli,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.