Hingga awal Mei 2025, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate belum juga direalisasikan. Ketidakpastian ini belum hanya terjadi di Kota Ternate, tetapi juga di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muchlis Djumadil, mengatakan bahwa hingga saat ini pelaksanaan DAK fisik, baik untuk kegiatan rehabilitasi maupun pembangunan, masih tertunda.
“DAK fisik atau yang berkaitan dengan rehab dan pembangunan masih belum bisa berjalan,” ujar Muchlis saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Ternate usai memperingati Hari Pendidikan Nasional, Jumat, 2 Mei 2025.
Ia menjelaskan, DAK bidang pendidikan pada tahun ini diwacanakan tidak lagi dikelola oleh Disdik di tingkat kota atau kabupaten, melainkan dialihkan ke Balai Kementerian PUPR. Meski demikian, Pemkot Ternate masih menunggu kepastian resmi terkait pengelolaan dana tersebut.
“Kalau alokasi DAK kita sebenarnya sudah tercover semua. Hanya saja, jika melihat keseluruhan alokasi dari APBN untuk DAK fisik, hingga kini belum ada kejelasan,” jelasnya.
Sementara itu, Muchlis menyebut DAK nonfisik yang dialokasikan melalui APBN sudah mulai dijalankan. Salah satu bentuknya adalah pengadaan senilai Rp1,6 miliar.
Adapun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Disdik Kota Ternate mendapatkan alokasi sekitar Rp2 miliar lebih, yang digunakan untuk pembayaran gaji, tunjangan, serta kebutuhan lainnya.
“Total keseluruhan APBD kita untuk pendidikan itu sekitar Rp270 miliar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.