Aktivitas di Rumah Singgah Peduli Bahim, yang terletak di Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, Kota Ternate, tampak lengang pada Rabu, 4 Juni 2025 siang. Tak ada seorang pun petugas, apalagi pasien, di bangunan yang dibangun untuk menampung warga Kecamatan Batang Dua, Hiri, dan Moti itu.

Pantauan Kadera, menunjukkan gerbang pelataran tertutup rapat. Pintu masuk bangunan tak terbuka. Suasana sunyi tanpa tanda-tanda aktivitas pelayanan.

Beberapa warga sekitar mengatakan, rumah singgah itu memang diperuntukkan bagi pasien dari tiga kecamatan kepulauan tersebut yang tengah menjalani pengobatan di Kota Ternate. Namun, mereka menyebut aktivitas petugas hanya tampak ketika ada pasien yang datang.

Dong [mereka warga Moti, Hiri, dan Batang Dua, kalau saki [sakit] dan trada [tidak ada] keluarga kong [jadi] singgah di situ,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya, saat diwawancarai reporter Kadera.

Ia menuturkan pernah melihat rumah singgah itu ramai. “Kalau ada pasien, baru dong [petugas] ada. Kalau trada dong [mereka] trada [tidak ada],” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, belum berhasil dikonfirmasi. Saat didatangi ke kantornya pada Rabu, ia tidak berada di tempat.

Rumah Singgah Peduli Bahim dibangun oleh Pemerintah Kota Ternate sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warga di wilayah terluar, seperti Batang Dua, Hiri, dan Moti.

Namun, operasional rumah singgah itu kini dipertanyakan, lantaran dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

La Ode Zulmin
Reporter