Dalam sepuluh tahun terakhir, antara 2015-2025, kejadian bencana hidrometeorologi kering (kekeringan, kebakaran hutan dan lahan) menunjukkan pola berulang dalam dua tahun sekali. Frekuensi kejadiannya melonjak antara tahun 2018-2019, kemudian turun pada tahun selanjutnya. Dan pada 2022-2023, pola serupa pun terulang kembali.

Dalam pola dua tahunan ini, mayoritas kekeringan berawal dari bulan Juli. Sebuah awal, dari fenomena kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kami merangkum semua itu dalam slide di bawah ini.

===

Sumber data, proses dan hasil analisa dapat diakses dalam database ini.