Seorang nelayan asal Pulau Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Jekson Samura (50), dilaporkan hilang setelah terjatuh dari longboat saat sedang buang air di perairan Pulau Jiwa, Halmahera Tengah, pada Ahad, 15 Februari 2026. Kejadian tersebut terjadi saat Jekson dan rekannya, Siringer Manambing, sedang dalam perjalanan pulang dari melaut.

Iwan Ramdani, Kepala Basarnas Kota Ternate, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan tentang hilangnya nelayan tersebut pada Rabu, 18 Februari 2026, yang disampaikan oleh Siringer Manambing, rekan korban. Setelah laporan diterima, tim Siaga SAR Halmahera Timur segera dikerahkan untuk melakukan koordinasi dan pencarian bersama pihak terkait.

“Saat ini tim sudah bergerak menuju LKP untuk melakukan pencarian. Karena jarak terdekat dari LKP yaitu USS Haltim,” kata Iwan melalui keterangan tertulis kepada Kadera, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurut Iwan, peristiwa tersebut bermula pada Senin, 9 Februari 2026, ketika Jekson Samura dan Siringer Manambing berangkat melaut dari Desa Pitu, Halmahera Utara, menuju Pulau Sali. Namun, saat perjalanan pulang pada Ahad malam sekitar pukul 21.00 WIT, korban terjatuh ke laut saat sedang buang air kecil di buritan longboat.

Rekan korban, yang sedang mengemudi saat itu, baru menyadari kehilangan Jekson lima menit setelah kejadian. Setelah melakukan pencarian mandiri selama tiga jam tanpa hasil, Siringer kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate dan meminta bantuan.

Pada pukul 06.18 WIT, tim Rescue USS Haltim bersama unsur terkait, menggunakan longboat milik Polairud untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban. Pencarian melibatkan tim SAR Gabungan dari Pos AL Haltim, Pos Polairud Haltim, masyarakat setempat, serta keluarga korban.

“Perkembangan selanjutnya menyusul,” tutur Iwan.