PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ternate memperkirakan jumlah penumpang akan meningkat menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, perusahaan menyiapkan tiket tambahan non-seat sekitar 30 hingga 35 persen dari kapasitas kapal.

M. Lutfi Israr Sutan, Kepala PT Pelni Cabang Ternate, mengatakan tiket tambahan itu disediakan ketika tiket reguler atau existing telah habis terjual. Namun, penumpang yang membeli tiket non-seat tidak mendapatkan fasilitas tempat tidur seperti pada tiket reguler.

“Biasanya dari tiket yang tersedia sekitar 30 bisa sampai hingga 35 persen dari kapasitas penumpang yang ada. Itu pun mesti diperiksa dan memastikan alat dan pemeriksaan alat keselamatan,” kata Lutfi kepada Kadera, melalui pesan singkat, Senin, 9 Maret 2026.

Menurut dia, tiket reguler maupun non-seat dapat dibeli melalui aplikasi resmi Pelni Mobile. Calon penumpang tidak perlu datang ke pelabuhan atau loket karena pembayaran bisa dilakukan secara daring melalui bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Lutfi mengatakan kuota tiket tambahan biasanya berkisar 30 hingga 35 persen dari kapasitas penumpang kapal. Namun, jumlah itu tetap menyesuaikan hasil pemeriksaan kelayakan dan standar keselamatan pelayaran.

Ia menjelaskan, pada musim mudik banyak calon penumpang membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan karena permintaan meningkat signifikan. Meski menyediakan tiket non-seat, Pelni tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang sesuai regulasi pelayaran.

“Kalau di aplikasi sudah tidak tersedia, berarti stok habis. Kalau ada penumpang yang membatalkan atau mengubah jadwal keberangkatan, berrti akan ada keterangan bahwa tiket masih tersedia,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik, Pelni juga berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, PT Pelindo, serta aparat keamanan pelabuhan.

“Kami terus berkoordinasi agar arus mudik berjalan lancar, aman, fan kapal berangkat tepat waktu,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi penipuan penjualan tiket selama musim mudik. Menurut dia, pembelian tiket hanya dilakukan melalui aplikasi resmi Pelni Mobile atau secara langsung di loket resmi.

“Jangan percaya penawaran tiket di TikTok dan Facebook. Yang resmi hanya melalui Pelni Mobile. Kalau tidak sesuai identitas di tiket, kami tidak akan diizinkan naik kapal,” pungkasnya.