Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Sultan Babullah Ternate memprediksi cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah Maluku Utara pada 18–20 Maret 2026.
Dhea Widyasista, Prakirawan BMKG Ternate, mengatakan peringatan dini berstatus waspada dikeluarkan karena potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
“Kami minta masyarakat agar waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama jika hujan terjadi dengan durasi panjang selama tiga hari berturut-turut,” kata Dhea, Rabu, 18 Maret 2026.
Pada 18 Maret, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Wasile, Maba, Patani, Gebe, Gane, Obi, Mangoli, Sanana, Sulabesi, dan Taliabu. Hujan lebat disertai petir dilaporkan mulai terjadi di Weda Utara, Kepulauan Joronga, dan Obi Timur, serta diperkirakan meluas ke Sanana dan Maba.
BMKG mencatat, pada 19 Maret wilayah terdampak meluas hingga Morotai, Kao, Malifut, Oba, dan Bacan. Sementara pada 20 Maret, kondisi serupa diperkirakan masih berlangsung di Halmahera Timur, Halmahera Selatan, serta Kepulauan Sula dan Taliabu.
BMKG juga mengingatkan potensi penurunan jarak pandang di perairan akibat hujan lebat yang dapat mengganggu transportasi laut. Masyarakat diminta melakukan langkah mitigasi, seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
Selain itu, instansi terkait seperti BPBD dan kepolisian diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.
“Membersihkan saluran air dan barangka (sungai kecil) dari sampah serta tidak membuang sampah sembarangan. Untuk BPBD, Balai Wilayah Sungai, dan Dirlantas Polda Maluku Utara diminta memastikan keamanan warga di zona rawan longsor dan mengatur arus lalu lintas di jalur rawan banjir bandang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.