Dinding aluminium composite panel (ACP) yang melapisi bagian utara Plaza Gamalama Modern kembali copot setelah diterjang angin kencang pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 03.00 WIT.

Berdasarkan pantauan reporter Kadera.id di lokasi, material ACP yang jatuh sempat berserakan di badan jalan hingga memecahkan kaca bangunan. Saat ini, puing-puing telah dirapikan, namun satu jalur akses di sekitar plaza masih ditutup sementara demi menghindari risiko bagi pengguna jalan.

Pipin, salah satu pedagang di kawasan tersebut, mengatakan kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Meski demikian, untuk bagian utara gedung, insiden ini baru kedua kalinya.

“Kejadian tadi malam sekitar pukul 3 dinihari saat angin kencang. Beberapa bagian yang sudah mau lepas juga langsung dibersihkan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menilai kondisi pelapis bangunan sangat berbahaya karena masih ada bagian lain yang berpotensi terlepas, terutama saat cuaca buruk.

“Ini berbahaya. Kalau angin kencang bisa jatuh lagi. Untungnya tadi tidak ada korban,” katanya.

Hal serupa disampaikan Mei (40), warga Kelurahan Gamalama. Ia mengungkapkan, peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Sebelum kejadian, ia bersama rekannya masih berada di sekitar plaza.

“Sekitar jam dua malam kami masih duduk di depan. Begitu hujan dan angin kencang datang, kami langsung masuk,” tuturnya.

Menurut Mei, kondisi pelapis gedung yang masih bergelantungan menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama pengendara, pedagang, dan anak-anak yang kerap beraktivitas di area tersebut.

“Ini meresahkan, karena banyak orang lalu-lalang di sini, termasuk anak-anak yang sering bermain,” katanya.

Ia bilang, meski tidak menimbulkan korban jiwa, material ACP yang jatuh menyebabkan kerusakan pada kaca bangunan dan lampu jalan.

“Satu lembar ACP itu berat sekali. Waktu jatuh, kaca langsung pecah. Bayangkan kalau kena orang,” ujarnya.

Plaza Gamalama sendiri merupakan proyek multiyears Pemerintah Kota Ternate pada masa Wali Kota Burhan Abdurrahman, yang dibangun pada 2021 dengan anggaran sekitar Rp92,5 miliar. Awalnya direncanakan sebagai pusat perdagangan modern, namun hingga kini bangunan tersebut belum difungsikan secara optimal.

Sejak diresmikan, kondisi gedung terus mengalami kerusakan dan terkesan terbengkalai. Saat ini, sebagian area dimanfaatkan sebagai bengkel dan parkiran motor, tempat latihan taekwondo, gudang booth kontainer, hingga ruang berkumpul anak muda.

“Dari awal proyek ini sudah bermasalah. Tapi kami tidak tahu kenapa sampai sekarang belum juga dikelola dengan baik,” kata Mei.

Warga berharap Pemerintah Kota Ternate segera mengambil langkah serius untuk memperbaiki dan memfungsikan kembali Plaza Gamalama sebagaimana mestinya. Selain itu, mereka juga meminta agar material pelapis bangunan diganti dengan yang lebih aman guna mencegah kejadian serupa terulang.