Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus mendorong pemberdayaan lanjut usia melalui program Sekolah Lansia Tangguh yang digelar di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Wasile, dan Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Minggu, 26 April 2026.
Ricky Chairul Richfat, Sekretaris Daerah Halmahera Timur, menegaskan, lansia perlu ditempatkan sebagai kelompok yang berdaya dan produktif, bukan sekadar penerima bantuan.
“Lansia adalah aset yang memiliki pengalaman dan kearifan. Mereka perlu diberi ruang untuk tetap aktif dan berkontribusi,” ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Lansia Tangguh menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan kapasitas lansia melalui pembelajaran berkelanjutan, interaksi sosial, serta penguatan kesehatan fisik dan mental.
Program tersebut, kata Ricky, tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mendorong kemandirian dan peran sosial lansia di tengah masyarakat. Para peserta dibekali pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus dibagikan kepada sesama lansia.
Ia menilai antusiasme peserta yang mengikuti program hingga wisuda menjadi indikator keberhasilan pemberdayaan. Semangat tersebut menunjukkan bahwa lansia tetap memiliki potensi untuk berkembang dan berdaya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memperluas program serupa ke desa-desa lain sebagai bagian dari kebijakan yang berpihak pada lansia, termasuk di sektor sosial dan ekonomi.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program pemberdayaan agar lansia tetap mandiri, aktif, dan memiliki peran dalam pembangunan daerah,” katanya.
Ricky juga mengajak keluarga dan masyarakat untuk mendukung upaya pemberdayaan lansia, karena dukungan lingkungan dinilai penting dalam menciptakan lansia yang sejahtera.
“Melalui program ini, Pemkab Halmahera Timur berharap lansia tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.