Sirine tak lagi meraung ketika sebuah mobil ambulans bersama iring-iringan kendaraan perlahan memasuki halaman Kantor Wali Kota Ternate.

Di dalam ambulans itu, terdapat jenazah Burhan Abdurahman, mantan Wali Kota Ternate, yang dibawa dari rumah duka di Moya, Ternate Tengah, setelah diterbangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Hari itu, Selasa, 12 Mei 2026, mentari nyaris tepat di atas kepala. Di pelataran kantor, ratusan ASN, pejabat, pelajar, hingga warga menyambut kedatangan jenazah Haji Bur—sapaan akrab Burhan Abdurahman.

Sosok pemimpin kelahiran 1 Desember 1956 itu pernah menakhodai Kota Ternate selama dua periode, 2010–2015 dan 2016–2021. Ia mengembuskan napas terakhir akibat Covid-19 di Rumah Sakit Sayang Rakyat, Makassar, pada Ahad, 4 Juli 2021.

Pemerintah Kota Ternate sebelumnya sempat berupaya memulangkan jenazahnya ke Ternate. Namun, rencana itu baru terlaksana kali ini, setelah jenazah diterbangkan dari Makassar ke Kota Ternate. Selain pejabat dan pelajar, warga pun tak ingin melewatkan momen haru tersebut. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepadanya.

“Bukan keluarga. Torang [kami] cuman masyarakat biasa. Jadi kecintaan torang itu sampai torang datang ke sini. Walaupun sibuk dengan aktivitas di rumah, tapi dengar ini, kami hadir,” kata Lala, salah satu warga, kepada reporter Kadera.id di Kantor Wali Kota Ternate.

Satpol PP Kota Ternate saat memikul keranda jenazah Burhan Abdurrahman, Eks Wali Kota Ternate saat proses upacara penghormatan terkahir. Foto: La Ode Zulmin/Kadera.id

Suasana pecah oleh isak tangis sebagian pelayat ketika keranda dipikul menuju teras Kantor Wali Kota Ternate. Peti jenazah berlapis kain hijau itu perlahan diturunkan. Di depan kantor yang selama bertahun-tahun lekat dengan aktivitas kesehariannya, ia menerima penghormatan terakhir.

“Dengan kuasa Allah, dengan kebesaran Allah, jenazah itu masih utuh,” kata Husain Alting Syah, Sultan Tidore, saat memberikan sambutan dalam prosesi penghormatan terakhir.

Satu per satu orang merapatkan kedua telapak tangan. Doa-doa dipanjatkan. Prosesi penghormatan berlangsung singkat, sebelum kerumunan kembali mengiringi jenazah Burhan menuju kendaraan yang akan membawanya ke Pekuburan Islam Kota Ternate.

M. Tauhid Soleman, Wali Kota Ternate, mengatakan pemindahan jenazah almarhum Burhan dilakukan atas keinginan keluarga. Selain itu, ada permintaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang berencana merelokasi dan mengosongkan area pemakaman di Gowa.

“Bersama itu ada pemberitahuan kepada keluarga untuk mencari tempat. Keinginan keluarga agar almarhum bisa kembali atau dikuburkan di Kota Ternate,” ungkapnya.

Suasana pelepasan jenazah Burhan Abdurrahman, eks Wali Kota Ternate menuju ke Pekuburan Islam. Foto: La Ode Zulmin/Kadera.id

Dalam prosesi penghormatan terakhir itu, Tauhid kembali mengenang almarhum sebagai sosok guru yang baik dan memiliki kontribusi besar bagi Kota Ternate. Sebagai pejabat yang pernah menjadi bawahan Burhan, Tauhid mengaku banyak belajar, terutama soal etos kerja, pengelolaan keuangan, dan pendapatan daerah.

“Saya banyak belajar terkait itu semasa beliau menjadi walikota karena saat itu saya menjadi salah satu pejabat di Kota Ternate, Kepala Keuangan dan terakhir sebagai Sekretaris Kota Ternate,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu proses pemulangan, pelepasan, hingga pemakaman jenazah almarhum di Pekuburan Islam Kota Ternate.

Meski telah wafat pada 2021, nama Burhan Abdurahman kembali dirafalkan bersama doa-doa lirih. Siang itu, warga dan para pejabat memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu mantan pemimpin mereka.