Setelah memperkenalkan klub sepak bola pada 28 Mei 2023 dan kini berkompetisi di strata tertinggi sepak bola nasional, Malut United FC kembali membuat langkah besar. Klub asal Maluku Utara itu resmi menggandeng SL Benfica untuk membangun dan mengembangkan sepak bola usia dini di wilayah Indonesia Timur.

Kerja sama tersebut akan diumumkan secara resmi saat Malut United menjalani laga kandang terakhir di BRI Super League 2025–2026 melawan Persita pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Stadion Gelora Kie Raha.

Dalam seremoni peresmian, dua perwakilan manajemen Benfica dijadwalkan hadir di Ternate, yakni Lourenco dos Reis Ferreira selaku Benfica International Business Manager dan Davide da Rocha Gomes sebagai Benfica International Technical Coordinator.

Willem D. Nanlohy, COO Malut United, mengatakan kerja sama ini menjadi bentuk komitmen klub untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola usia dini di Indonesia, khususnya di Maluku Utara.

“Kesepakatan Malut United dengan Benfica untuk membangun sepak bola usia dini perlu kami sampaikan kepada publik. Pemilik Malut United tergerak untuk semakin berkontribusi memberi kesempatan kepada anak-anak Indonesia, terutama di wilayah Maluku Utara,” ujar Willem, Rabu, 13 Mei 2026.

Kolaborasi tersebut melahirkan “Akademi Merah Putih”, sebuah akademi sepak bola yang difokuskan pada pembinaan anak usia 7 hingga 9 tahun. Program ini memprioritaskan anak-anak yatim piatu di Maluku Utara, kemudian Maluku dan Papua.

“Usia tersebut adalah fase terbaik untuk memperkenalkan sepak bola,” kata Willem.

Benfica dipilih karena dikenal sebagai salah satu klub terbaik di dunia dalam pengembangan pemain usia dini. Kedua pihak telah menandatangani kontrak kerja sama berdurasi lima tahun yang mencakup pengelolaan program akademi secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari kerja sama, dua pelatih asal Benfica akan menetap di training camp Malut United di Ternate bersama pelatih akademi asal Indonesia. Mereka akan terlibat langsung dalam proses seleksi hingga pembinaan para siswa akademi.

Pembinaan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada kemampuan sepak bola, tetapi juga perkembangan karakter, pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari para peserta. Para pelatih akan memantau pola hidup siswa, termasuk pengaturan menu makanan dan pembentukan disiplin sejak dini.

Willem menambahkan, seluruh program akademi diberikan secara gratis. Menariknya, Akademi Merah Putih juga akan memperkuat pendidikan agama bagi para peserta.

“Selain semuanya gratis, salah satu keunikan Akademi Merah Putih adalah penguatan di bidang pendidikan agama. Ibarat pesantren sepak bola, kami yakin dengan iman yang baik dan fondasi sepak bola yang kuat mereka punya kesempatan hidup yang lebih baik di kemudian hari,” ujar Willem, mantan gelandang PSA dan Persebaya.