Seorang pria bernama Suwardi Gani (53) ditemukan tewas bersimbah darah di teras rumahnya di RT 09/RW 05, Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Selasa malam, 26 Mei 2026.

IPDA Sudirjo, Kasi Humas Polres Ternate, mengatakan kasus tersebut mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana. Namun hingga kini, Satreskrim Polres Ternate bersama Unit Reskrim Polsek Ternate Utara masih menyelidiki kronologi kejadian, motif, maupun terduga pelaku di balik kematian korban.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan barang bukti berupa sebilah parang yang terdapat bercak darah. Benda tajam tersebut diduga berkaitan dengan kematian Suwardi.

Selain itu, seorang rekan korban berinisial D yang terakhir diketahui bersama korban kini menghilang dan masih dalam pencarian polisi.

“Rekan korban inisial D terakhir kali bersama korban. Namun saat ini keberadaannya belum diketahui dan masih dalam pencarian oleh Tim Resmob Polres Ternate,” kata Sudirjo.

Ia menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Ismit Hi. Manan, salah satu rekan korban. Sebelumnya, sekitar pukul 16.00 WIT, Ismit, Suwardi, dan dua rekannya berkumpul di rumah korban sambil mengonsumsi minuman keras jenis captikus dan bir Guinness serta memutar musik menggunakan sound system.

Sekitar pukul 18.30 WIT, Ismit meninggalkan lokasi untuk mengantar salah seorang rekannya ke Penginapan Sulawesi di Kelurahan Bastiong. Saat itu, Suwardi masih berada di rumah bersama D dan melanjutkan aktivitas mereka.

Namun ketika kembali sekitar pukul 19.30 WIT, Ismit mendapati Suwardi telah tergeletak bersimbah darah di depan rumah dalam kondisi meninggal dunia. Sementara D yang terakhir bersama korban sudah tidak berada di lokasi.

“Setelah menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Ismit segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ternate Utara sekitar pukul 19.30 WIT,” ungkapnya.

Menerima laporan tersebut, petugas SPKT Polsek Ternate Utara langsung mendatangi TKP. Polisi kemudian memasang garis polisi, memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan olah TKP bersama Satreskrim Polres Ternate.

Tim Biddokkes Polda Maluku Utara juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoirie untuk menjalani autopsi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian,” ujarnya.