Sejumlah warga Desa Kawalo dan Woyo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar aksi protes dengan menanam pohon kelapa di ruas jalan tanjakan Gunung Sampe, Kamis, 21 Mei 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang dinilai belum serius menangani kerusakan jalan yang telah berlangsung lama. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan batu dianggap membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.
Nal, salah satu warga Desa Kawalo, mengatakan aksi itu merupakan inisiatif murni masyarakat yang resah melihat kondisi jalan utama yang terus rusak tanpa perbaikan berarti dari pemerintah daerah.
“Aksi ini murni bentuk protes warga terhadap Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang terkesan mengabaikan kondisi jalan yang rusak parah,” ujarnya melalui pesan Messenger, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat menuju Bobong, ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu. Jalan itu digunakan warga untuk mengantar penumpang, berbelanja kebutuhan sehari-hari, hingga mengangkut kopra ke Pelabuhan Talo dan Bobong sebelum dikirim ke Luwuk, Sulawesi Tengah.
“Jalan itu akses utama torang ke Bobong untuk antar penumpang dan belanja kebutuhan sehari-hari. Begitu juga untuk mengantar kopra ke pelabuhan Talo dan Bobong sebelum dijual ke Luwuk. Tapi setiap melewati jalan itu selalu saja sulit,” katanya.
Aksi simbolik penanaman pohon kelapa di tengah jalan rusak tersebut pun menjadi sorotan warga dan dinilai mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur dasar masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat, terutama di tengah musim ombak yang membuat warga di wilayah selatan Taliabu lebih banyak menggunakan jalur darat.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan perbaikan. Apalagi sekarang sudah musim ombak, sehingga masyarakat di wilayah selatan Taliabu harus menggunakan kendaraan darat yang tentu melewati jalan tersebut,” harapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.