Sebanyak 3.449 titik panas tersebar di Maluku Utara sepanjang Agustus 2026. Menurut data SIPONGI, sistem pemantauan kebakaran hutan milik Kementerian Kehutanan, sekitar 84 titik di antaranya berlevel tinggi.

SIPONGI membagi tiga tingkatan atau confidence level titik-titik tersebut, yaitu tinggi, menengah dan rendah. Pada level tertinggi, sistem ini mendeteksi ada indikasi kuat terjadi kebakaran. Sehingga ia merekomendasikan untuk segera ditindaklanjuti.

Dari 84 titik panas level tinggi ini, mayoritas berada di Halmahera Barat sebanyak 25 atau 29,8 persen. Setelah itu, terdapat Halmahera Utara 17 titik dan Halmahera Tengah 16 titik. Sedangkan, yang paling sedikit adalah Kabupaten Pulau Morotai.

Hampir sebagian besar titik panas yang berada di Halmahera Barat itu, terjadi di Kecamatan Ibu, yaitu sebanyak 22 kali titik yang terdeteksi.

Sementara, titik panas ini terdeteksi paling banyak pada tanggal 28 Agustus yaitu 10 titik. Kemudian, delapan titik pada 24 Agustus, dan tujuh titik pada 17 Agustus.