Akademisi Universitas Bumi Hijrah, Isra Muksin menilai kunjungan kerja Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan bersama 24 anggotanya ke Jakarta merupakan pemborosan di tengah-tengah efesiensi anggaran.

“Apabila semua anggota DPRD melakukan perjalanan dinas satu kali di awal ini, secara tidak langsung mereka tidak melaksanakan instruksi Presiden Republik Indonesia untuk efesiensi anggaran,” kata Isra, kepada tuturfakta, Kamis, 20 Februari 2025.

Menurutnya, dalam menjalan pemerintahan sebagaimana petunjuk teori good government, penting memanfaatkan teknologi sebagai bentuk koordinasi dan konsultasi saja. Saat ini, kata ia, banyak instrumen teknologi yang bisa digunakan dalam membantu kerja-kerja DPRD, terutama saat berkoordinasi dengan pemerintah di luar daerah, termasuk di Jakarta.

“Karena itu, tidak perlu ke Jakarta, anggota DPRD bisa menggunakan instrumen zoom meeting, misalnya. Tentu ini tidak mengurangi nilai apa pun, sepanjang kita memiliki argumentasi yang mendasar,” jelasnya.

25 Anggota DPRD Tidore Kunjungi Kementerian, Tujuh Hari Tinggalkan Kantor 

Isra yang merupakan dosen prodi ilmu pemerintahan itu, menganggap anggota DPRD Tikep hanya melaksanakan kegiatan seremonial di Jakarta yang tak begitu penting.

“Pola-pola seperti ini di tengah efesiensi anggaran, harusnya ditinggalkan. Anggota DPRD jangan menghabiskan anggaran besar hanya dengan kegiatan begitu,” ujar doktor kebijakan publik itu.

Ia menduga, anggota DPRD yang melakukan perjalanan dinas, tak semua melaksanakan dengan baik, sisanya hura-hura.

“Paling tidak, para wakil rakyat harus faduli terhadap masyarakat yang resah dengan adanya efesiensi anggaran seperti yang kita rasakan sekarang,” pungkasnya.

Diketahui, DPRD Kota Tidore Kepulauan saat ini sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan, Kementerian Pertanian, KemenPAN RB, dan Kementerian PUPR, selama tujuh hari.