Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Ternate belum memenuhi syarat akreditasi A karena jumlah koleksi buku baru mencapai setengah dari target yang ditentutkan. Dari total 30 ribu judul buku yang menjadi syarat, Perpusda Ternate baru memiliki sekitar 15 ribu judul.
Safia M. Nur, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, mengatakan saat ini Perpusda masih berstatus akreditasi B. Untuk naik kelas ke akreditasi A, salah satu indikator utama adalah jumlah koleksi judul buku.
“Layanan Perpusda itu paling tidak harus punya 30 ribu judul buku. Kalau di sini belum terpenuhi. Ada sekitar 15 ribu judul buku,” kata Safia kepada reporter Kadera di ruang kerjanya, Rabu, 11 Juni 2025.
Ia mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir pengadaan buku lebih banyak berfokus pada penambahan jumlah eksemplar dengan judul yang sama. Hal ini menyebabkan variasi judul buku masih minim. Ke depan, Dispersip akan mengubah strategi pengadaan dengan menambah lebih banyak judul baru.
Selain jumlah buku, syarat lain untuk meraih akreditasi A mencakup ketersediaan fasilitas penunjang seperti area parkir, musala, dan kantin. “Targetnya, pada 2027 sudah akreditas A,” ungkapnya.
Namun, menurut Safia, ada kendala lain yang dihadapi, yakni keterbatasan lahan. Saat ini, Perpusda masih menempati ruang di Kantor Dispersip dan belum memiliki gedung sendiri.
Meski demikian, rencana pembangunan gedung khusus Perpusda tetap berjalan. Dispersip telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Ternate untuk membangun gedung perpustakaan di atas lahan reklamasi Kalumata.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.