Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan menggelar forum diskusi bertajuk “Penguatan Forum Pengurangan Risiko Bencana” di aula BPBD Tidore. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua Forum Bencana Tidore Kepulauan Idris Sudin, Ketua Komisi III DPRD Ardiansyah Fauji, dan Kepala BPBD Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana, Idris Sudin, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi bencana. Menurutnya, Indonesia, termasuk Kota Tidore Kepulauan, berada di wilayah rawan bencana tektonik dan geologis. Karena itu, mitigasi perlu dilakukan sejak pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
“BPBD sudah memetakan titik-titik rawan di seluruh wilayah Tidore dan terus memperkuat program mitigasi berbasis masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauji, menyoroti pentingnya pendidikan kebencanaan melalui kearifan lokal. Ia mencontohkan lagu tradisional “Smong” dari Simeulue, Aceh, yang berhasil menyelamatkan banyak warga saat tsunami 2004.
“Dari kisah itu, kita belajar bahwa pengetahuan lokal bisa menjadi alat mitigasi yang efektif. Tidore juga perlu membangun budaya serupa, misalnya melalui lagu edukatif untuk anak-anak,” jelasnya.
Ardiansyah juga mengingatkan potensi aktivitas geologi di wilayah Tidore, terutama di kawasan Talaga dan Payo yang memiliki suhu panas bumi tinggi. Ia mendorong penyusunan buku tentang risiko bencana di Tidore sebagai panduan bagi pemerintah dan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Tidore, Muhammad Abubakar, menyambut baik rekomendasi DPRD. BPBD, katanya, telah melakukan sosialisasi pendidikan kebencanaan ke sekolah-sekolah di Pulau Tidore.
“Kami akan menindaklanjuti usulan pembuatan buku mitigasi bencana agar bisa disinergikan dengan kurikulum sekolah,” ujarnya.
Forum ini menjadi langkah awal sinergi antara BPBD, DPRD, dan masyarakat dalam membangun sistem mitigasi bencana yang berbasis pengetahuan lokal serta berorientasi pada edukasi berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.