Kondisi fasilitas Pasar Higienis Bahari Berkesan di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, memprihatinkan. Atap-atapnya bocor, bagian plafon juga rusak. Saat hujan, pedagang setempat mesti membentangkan tepal agar tidak basah.

Fasilitas yang rusak itu belum diperbaiki sama sekali sejak 2023. Para pembeli dan pedagang di pasar kerap mengeluh saat beraktivitas ketika cuaca buruk.

Nyaris semua lapak jualan pakaian di lantai dua Pasar Higienis menggunakan terpal melindungi barang dari air hujan dan panas. Di lantai dasar, para pedagang ikan hingga rempah-rempah dan sembako juga memakai terpal sebagai atap sementara.

“Saya berdagang di sini [pasar Higienis] sudah 5 tahun. Sedangkan kerusakan plafon dan atap pasar Higienis ini sekitar tahun 2023, tapi belum ada perbaikan hingga sekarang,” kata Fandi, pedangan ikan di Pasar Higienis, pada Kamis, 23 Januari 2025.

Kondisi atap pasar Higenis Kota Ternate. Foto: La Ode Zulmin

Fandi mengatakan saat hujan, airnya tembus sampai di tempak jualannya. Ia merasa terganggu dengan keadaan itu, termasuk pembeli yang datang kerap mengeluh.

Herman, pedagang pakaian di lantai dua bahkan mengatakan pernah bersama pedagang lain berinisiatif ganti sendiri atap dan plafon pasar yang copot. Tetapi tidak tahan sehingga mereka mesti mengganti dengan terpal menghindari hujan dan panas.

“Pedagang pakai dana pribadi untuk mengganti atap yang bocor. Hampir semua lapak pedagang pakai terpal. Lapak pakaian saya pun pernah basah akibat hujan. Saat ini kita menunda bayar pajak retribusi,” ucapnya.

Pihak pemerintah sebenarnya sudah pernah berkunjung ke pasar Higienis, kata pedagang setempat, namun hingga kini belum ada perbaikan.

Sebelumnya, para pedagang juga sudah pernah ajukan permintaan perbaikan kepada pemerintah Kota Ternate, bahkan menyurat ke Wali Kota Ternate sejak 2023, namun tidak ada tanggapan apa-apa.

“Sebelumnya saya bayar retribusi setiap hari. Setiap meter dihitung Rp2 ribu. Tempat jualan saya ini sekitar 16 meter. Dan saya bayar perbulan Rp632 ribu. Tapi kita tunda bayar retribusi bulan kemarin sebagai bentuk protes. Kalau sudah ada perbaikan, kita akan bayar retribusi tersebut,” tegas La Adu, pedagang lain di Pasar Higienis.

Mereka berharap perbaikan segera dilakukan supaya pedagang dan pembeli yang datang merasa nyaman dan aman.

—–
Editor: Rabul Sawal