Bantuan logistik yang diklaim telah disalurkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Perum Bulog Cabang Ternate ke wilayah terdampak bencana di Halmahera Barat dan Halmahera Utara belum diterima warga Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat.

Sofyan Umar, Kepala Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, mengatakan hingga Jumat, 9 Januari 2026, tidak ada bantuan dari Pemprov Maluku Utara yang masuk ke desanya. Bantuan yang diterima warga sejauh ini justru berasal dari swadaya masyarakat dan sejumlah lembaga swasta.

“Saya dari tadi subuh sampai sekarang terus pantau dan keliling desa. Barangkali masuk, dan kami tidak tahu. Tapi di Desa Gamlamo ini mohon maaf, kami sampaikan belum ada bantuan Pemprov Malut yang masuk,” kata Sofyan kepada Kadera melalui pesan suara.

Menurut Sofyan, warga mempertanyakan distribusi bantuan yang sebelumnya diumumkan pemerintah daerah, termasuk beras 4 ton dan logistik lainnya. Karena itu, ia meminta Pemprov memastikan bantuan benar-benar sampai ke korban bencana di lapangan.

“Jadi, saya berharap kepada Pemprov pastikan dulu, semua su terdistribusi di lapangan. Supaya supaya tidak ada spekulasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pembaruan data keseluruhan rumah akibat banjir di Gamlamo. Dari hasil verifikasi ulang, jumlah rumah rusak berat bertambah dari tujuh menjadi 27 unit. Tiga di antaranya hanya tersisa fondasi, sementara bangunan lainnya mengalami kerusakan parah.

“Tiga rumah yang tinggal fondasi. Jadi total rumah yang rusak berat itu ada 27 unit. Tembok-temboknya jebol, kemudian, dapurnya hanyut dibawa arus banjir,” terang Sofyan.

Sebelumnya, Samsuddin Abdul Kadir, Sekretaris Daerah Maluku Utara, menyatakan pemerintah provinsi telah menyalurkan bantuan peralatan keselamatan sejak Rabu, 7 Januari 2026, serta beras 4 ton dan berbagai logistik lainnya pada Kamis, 8 Januari 2026. Bantuan tersebut direncanakan diturunkan di Kecamatan Ibu untuk kemudian disalurkan ke wilayah Loloda di Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Menurut Samsuddin, distribusi dilakukan berdasarkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dan instansi terkait yang melakukan pendataan di lapangan. Bantuan yang dikirim antara lain beras, kasur, tenda keluarga, mi instan, gula, minyak goreng, paket kebutuhan keluarga, susu, terpal, selimut, dan perlengkapan lainnya.

Namun, ia mengakui penyaluran logistik menghadapi kendala serius. Akses darat terputus akibat rusaknya sejumlah jembatan penghubung, termasuk jalur dari Kecamatan Ibu menuju Loloda. Selain itu, keterbatasan fasilitas pelabuhan di Loloda menyulitkan proses bongkar muat logistik.

“Penyaluran logistik mengalami kesulitan. Karena jalan darat dari ibu ke loloda sementara ada beberapa jembatan yang rusak,” kata Samsuddin.

Saat ini, pemerintah provinsi masih memfokuskan penanganan darurat berupa distribusi logistik dan evakuasi warga terdampak. Upaya pemulihan listrik dan jaringan internet di wilayah bencana juga masih berlangsung.