Astuti N. Kilwouw terpilih sebagai Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Maluku Utara periode 2026-2030. Ia ditetapkan dalam Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Walhi Malut di Jati Hotel, Ternate Selatan, Kota Ternate, Jumat, 13 Februari 2026. Astuti menggantikan Faisal Ratuela yang sebelumnya memimpin organisasi lingkungan tersebut.

Astuti mengatakan kepemimpinannya akan berlandaskan visi keberlanjutan gerakan Walhi Malut sebagai wahana antar generasi yang berkeadilan. Fokus organisasi, kata dia, mencakup pengakuan hak atas lingkungan hidup, perlindungan hak asasi manusia, serta penjagaan sumber-sumber kehidupan masyarakat.

“Menjadikan Walhi sebagai wahana antar generasi yang berkeadilan inklusif membuat ruang bagi semua orang dari berbagai gender, ras, etnis, agama, berbagai orientasi seksual, kemampuan fisik, pun disabilitas harus dilibatkan dalam perjuangan ini,” kata Astuti kepada Kadera pasca acara itu.

Menurut dia, meski isu lingkungan semakin dikenal generasi muda dan masuk dalam berbagai kebijakan publik, praktik pembangunan di Maluku Utara masih didominasi pendekatan ekstraktif yang berdampak pada ekologi dan ekonomi warga lokal.

Karena itu, Walhi Maluku Utara akan tetap berpihak pada komunitas terdampak, termasuk 14 warga Sagea–Kiya yang dilaporkan ke polisi setelah aksi penolakan terhadap PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia.

“Kami tetap mendukung perjuangan warga dan teman-teman di Sagea-Kiya. Sagea adalah benteng terakhir yang dijaga masyarakat demi kearifan lokal mereka. Begitu juga dengan penyelematan ruang hidup di wilayah lain yang dikorbankan proyek ugal-ugalan negara,” jelas Astuti.