Orang tua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kota Ternate kecewa anak-anak mereka terancam tidak bisa daftar perguruan tinggi lewat jalur prestasi. Hal ini terjadi akibat pihak sekolah lalai menginput data puluhan siswa berprestasi di pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS).
Pasalnya, untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) dan seleksi prestasi akademik nasional keagamaan Islam negeri (SPAN-PTKIN), data siswa mesti sudah terinput di PDSS sejak jadwal penginputan dibuka 6-31 Januari 2025 lalu. Namun, hingga tenggat waktu berakhir, nama-nama 95 siswa berprestasi itu tak terinput.
“Jujur saya kecewa. Begitu pun anak saya, sangat kecewa. Prestasi yang mereka [siswa] perjuangkan tidak diharga. Selama ini rasanya sia-sia, dan terancam tidak bisa ikut SNBP karena pihak sekolah tidak input data siswa ke portal PDSS,” kata Supiah M. Viana, orang tua Muhammad Dzakwan Anwar, salah satu siswa berprestasi, saat diwawancarai reporter, Selasa, 11 Februari 2025.
Menurutnya, Jafran Suraji Naya, selaku Kepala SMAN 3 Ternate, tidak serius menyikapi persoalan yang dihadapi puluhan siswa. “Kepsek tidak berpikir bahwa siswa sudah berjuang dengan prestasinya dan berharap bisa mendaftar melalui jalur SNBP itu tanpa tes,” ujar Supiah.
Jalur SNBP dan SPAN-PTKIN ini, kata Supiah, salah satu jalur bagi siswa berprestasi untuk mencapai impian mereka dan merupakan peluang bagi siswa yang ekonomi keluarganya kurang mampu. Tapi, katanya, Kepsek justru mengatakan kepada mereka bahwa tidak ikut SNBP bukan berarti mada depan siswa suram, masih ada jalur UTBK dan Mandiri.
“Bukan suramnya masa depan siswa, tapi menjadi salah satu jalur untuk menggapai cita-cita. Kasihan banyak bagi siswa yang orang tua-nya kurang mampu, pasti berat penuhi biaya pendaftaran dan buku-buku tes. Belum lagi lewat jalur mandiri lebih berat lagi,” tandasnya.
Ia bilang, sebelumnya, dirinya dan sejumlah orang tua siswa berprestasi sempat mendatangi SMAN 3 Kota Ternate untuk meminta klarifikasi dari kepsek, pada 5 Februari 2025. Namun, tetap sama, data siswa tidak diinput di PDSS.
“Saat itu, saya kaget ketika dengar pihak sekolah tidak input dan finalisasi data siswa. Alasan operator bukan salah lihat jadwal. Tapi, pada 31 Januari 2025, batas penginputan data siswa di PDSS bersamaan dengan urusan Dapodik, PIP. Semua bertumpuk di akhir bulan Januari itu. Padahal, bisa diselesaikan setiap minggu.
Ia heran, selama hampir sebulan waktu penginputan data, operator sekolah hanya menginput data di aplikasi excel, bukan di portal PDSS. Karena itu, sampai portal tutup, data siswa tidak berhasil diinput dan difinalisasi.
“Saya juga pernah menjadi operator, bahkan menginput data mahasiswa sebanyak 1.300. Tapi bukan diinput ke excel, melainkan saya input ke portal, dan, memang selesai semua,” katanya.
Keluhan dan kekecewaan serupa datang dari Sri Lestari, orangtua Syafiqa Ramadani Said, salah satu siswa berprestasi. Ia bilang, dirinya tidak menyangka jika anaknya terancam tidak bisa ikut SNBP akibat data siswa tidak diinput di PDSS.
“Kami orangtua siswa kecewa berat. Anak saya bahkan menangis karena berharap bisa ikut SNBP. Tapi, sepertinya kepsek menyepelekan masalah ini. Padahal SNBP jadi salah satu peluang bagi siswa prestasi, apalagi ekonominya tidak mampu. Jalur SNBT, dan mandiri itu semua pakai biaya. Tidak semua siswa mampu,” katanya.
Ia meminta, operator sekolah yang lama harus bertanggungjawab dalam masalah ini, kalau ada perpanjangan data siswa harus segera diinput dan difinalisasi.
“Namun, kalau tidak ada perpanjangan penginputan dan finalisasi data di PDSS, otomatis siswa berpretasi gagal total ikut SNBP,” pungkasnya.
Orang tua siswa berprestasi berharap, masih ada kesempatan untuk penginputan maupun finalisasi data siswa di PDSS, karena mereka dengar masalah ini akan dibawa ke pusat.
Untuk diketahui, waktu pengisian data siswa di PDSS terhitung sejak 6-31 Januari 2025. Selama kurang lebih sebulan itu pihak sekolah lalai. Dari 105 siswa yang diusulkan, ada 95 siswa yang termasuk siswa berprestasi. Namun, puluhan data siswa tidak berhasil diinput ke PDSS. Kelalaian macam ini sudah beberapa kali terjadi, mulai dari angkatan 2016, 2021, dan kembali pada 2025.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.