Dalam upaya mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kota Tidore Kepulauan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekraf Kota Tidore Kepulauan mengadakan hiburan edukatif selama bulan Ramadan 1446 H.
Kegiatan bertajuk “Tiba-Tiba Ramadan: Ngabuburit Seru, Ekraf Maju” ini berlangsung di samping Gedung PLUT, Kelurahan Indonesiana, mulai 15 hingga 21 Maret 2025.
Berdasarkan pantauan tuturfakta.com, Gekraf berkolaborasi dengan sembilan UMKM lokal yang turut meramaikan acara dengan menyediakan berbagai menu kuliner. UMKM tersebut antara lain Bebikina Bunna, Ina Caffe, Alfa Kuliner, Oui Cafe, Teadore, Kedai Si’a, Mabook Caffe, Dapur Mercar, dan Legend Hause.
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, mengapresiasi inisiatif Gekraf dalam menggelar acara ini. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Alhamdulillah, Kota Tidore Kepulauan dan masyarakatnya telah dipenuhi oleh kearifan lokal. Ini adalah sesuatu yang sangat berharga. Gekraf membuktikan komitmennya dalam menjaga kenyamanan dan mendorong kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor yang tidak selalu harus dikembangkan secara kontekstual. Yang terpenting, kreativitas dalam berbagai bentuk tetap diarahkan pada pemberdayaan komunitas.
“Kreativitas yang berkembang di berbagai bidang inilah yang menjadi bagian dari ekonomi kreatif. Ini tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga memperkuat komunitas,” jelasnya.
Pariwisata sebagai Pilar Pengembangan Ekraf
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan daya tarik komunitas dan aksesibilitas sektor pariwisata.
“Tidore memiliki banyak event yang mengembangkan pariwisata berbasis tiga sub-sektor utama, yaitu sejarah, budaya, dan wisata bahari,” katanya.
Selain itu, ia juga mengajak pihak ketiga untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Pemerintahan ini tidak bersifat monoton. Kami membuka peluang bagi para pelaku bisnis untuk turut serta dalam pembangunan pariwisata. Beberapa proyek sedang berjalan, dan di Hari Jadi Tidore nanti, hasilnya bisa dinikmati bersama,” harapnya.
Gekraf Fasilitasi UMKM Rintisan
Ketua DPC Gekraf Kota Tidore Kepulauan, Nurul Asnawiah, menjelaskan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi Gekraf dengan Legend Hause tahun sebelumnya.
Menurutnya, meskipun pasar Ramadan telah disediakan oleh pemerintah, masih ada beberapa UMKM rintisan yang belum memiliki ruang promosi.
“Seharusnya ada beberapa event yang bisa mengakomodasi UMKM rintisan di tahun 2025. Karena itu, Gekraf memutuskan untuk mengadakan ‘Tiba-Tiba Ramadan’ sebagai wadah bagi UMKM yang belum mendapatkan tempat di pasar Ramadan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa pasar Ramadan yang disediakan pemerintah terpusat di Pasar Sarimalaha dan Pasar Rum Balibunga.
Inspirasi Nama “Tiba-Tiba Ramadan”
Owner Legend Hause, Faya, menambahkan bahwa tema “Tiba-Tiba Ramadan” dipilih secara spontan dalam sebuah diskusi.
“Saat itu, salah satu teman kami sedang menyanyikan lagu bertema Ramadan, dan dari situ muncul ide untuk menggunakan frasa ‘Tiba-Tiba Ramadan’ sebagai nama acara,” ucapnya.
Ia berharap acara ini dapat membantu UMKM agar lebih terbiasa terlibat dalam event serta meningkatkan promosi produk mereka.
“Semoga dengan adanya ‘Tiba-Tiba Ramadan’, UMKM di Tidore semakin dikenal dan mendapatkan tempat di hati masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.