Tumpukan sampah plastik, sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah rumah tangga terlihat menggunung di samping ruko, tepat di depan gerbang keluar Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate Selatan.
Sampah yang menumpuk sejak sehari terakhir itu menyebar hingga ke bahu jalan, mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Menurut warga sekitar, volume sampah di lokasi itu meningkat tajam selama Ramadan dibandingkan hari-hari biasa.
“Sampah ini baru sehari, tapi volumenya jauh lebih banyak dibandingkan biasanya,” kata Salam Abdul Latif, seorang warga yang memiliki ruko di dekat lokasi pembuangan, Selasa, 18 Maret 2025.
Salam menjelaskan bahwa sampah tersebut berasal dari warga sekitar serta para pedagang di Pasar Inpres. Meski sudah sering ditegur, mereka tetap membuang sampah di lokasi tersebut, terutama pada malam hari.
“Mereka buang sampah malam hari. Kalau siang, pasti saya tegur karena baunya sangat mengganggu. Selain itu, petugas juga seharusnya mengangkut sampah di pagi hari. Kalau diangkut malam, besoknya pasti ada lagi yang membuang sampah hingga menumpuk,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya warga tidak membuang sampah di sekitar rukonya. Namun, sejak beberapa tahun lalu, setelah area terminal Pasar Inpres direnovasi, tempat tersebut malah menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
“Dulu ada kontainer sebagai tempat sampah. Tapi setelah terminal direnovasi, lokasi ini malah dijadikan tempat buang sampah, padahal tidak ada tempat sampah di sini,” katanya dengan nada kesal.
Hal senada disampaikan Adi (32), warga lainnya. Menurutnya, tumpukan sampah di lokasi itu sudah menjadi pemandangan biasa.
“Kami sudah terbiasa dengan bau tak sedap ini. Dulu ada kontainer di terminal, tapi sekarang sudah tidak ada,” ujarnya singkat.
Para warga berharap pemerintah segera menangani permasalahan ini dengan menyediakan tempat sampah di sekitar ruko-ruko. Mereka juga mengusulkan agar jadwal pengangkutan sampah dilakukan pada pagi hari, bukan setelah salat tarawih, agar tidak terjadi penumpukan kembali.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.