Sebanyak 21 rumah di Desa Lola, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa hari lalu. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan genangan air memasuki permukiman warga.
Menanggapi kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi dalam waktu dekat.
“Laporan banjir malam Minggu kemarin sudah kami terima dari pihak desa dan camat melalui WhatsApp. Namun, untuk penanganan lebih lanjut, kami akan turun langsung ke lokasi antara besok atau lusa,” ujar Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, Rabu, 30 April 2025.
Abubakar menjelaskan bahwa dalam kondisi seperti ini, BPBD biasanya memberikan dukungan kepada pemerintah desa dalam penanganan awal bencana. Ia juga mengingatkan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar penganggaran penanganan dampak bencana turut diperhatikan di tingkat desa.
“Regulasinya ada, desa bisa menggunakan anggaran untuk penanganan banjir, tapi belakangan ini jumlahnya sangat kecil. Biasanya berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta. Kalau dampaknya sudah menyentuh permukiman warga, maka itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Jika air sampai ke badan jalan, itu sudah menjadi urusan provinsi,” jelasnya.
Menurutnya, apabila estimasi kerugian akibat bencana mencapai angka Rp100 juta lebih, maka penanganan masuk dalam ranah BPBD. Hal ini berlaku jika dampaknya menyentuh fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, pelabuhan, hingga pasar.
Terkait banjir di Desa Lola, Abubakar membenarkan bahwa dari 21 rumah yang terdampak, hanya 3 hingga 4 rumah yang benar-benar tergenang air.
Selain di Desa Lola, dampak banjir juga terjadi di Desa Trans Maidi, di mana tiga rumah terdampak cukup serius hingga memaksa warga mengungsi ke musala terdekat.
“Kami sebenarnya sudah menyusun jadwal turun ke lokasi terdampak, tapi bersamaan dengan jadwal pemeriksaan dari BPK Perwakilan Maluku Utara. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan turun ke wilayah Oba Utara hingga Oba Selatan, sesuai laporan yang masuk dari masyarakat,” katanya.
Jika hasil pengecekan menunjukkan adanya kerusakan parah pada rumah warga, BPBD akan segera melaporkannya kepada Wali Kota Tidore Kepulauan untuk ditindaklanjuti.
“Kalau dibutuhkan penanganan darurat, kami siap turun langsung. Kalau diperlukan bantuan sembako, itu akan kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Transmigrasi,” tutup Abubakar.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.