Rencana pembangunan Sekolah Dasar (SD) Tongowai di Kecamatan Tidore Selatan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan hingga kini belum menunjukkan kejelasan.
Padahal, status lahan untuk pembangunan gedung sekolah yang akan dipindahkan ke lokasi baru tersebut telah dibebaskan oleh Dinas Permukiman dan Perumahan Kota Tidore Kepulauan sejak tahun 2025 lalu.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, belum terlihat adanya aktivitas pembangunan, termasuk tanda-tanda penurunan material di area yang direncanakan.
Masita Arifin, Lurah Tongowai, menjelaskan lokasi pembangunan SD Tongowai berada di RT 03, tepatnya di belakang Kantor DPRD Tidore Kepulauan.
“Lahan untuk pembangunan sekolah itu sudah dibayar oleh pemerintah daerah melalui rekening salah satu ahli waris pemilik lahan,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Ia menambahkan, proses pembayaran telah rampung pada tahun 2025 dan saat ini tinggal menunggu realisasi pembangunan.
Menurut Masita, usulan pembangunan gedung SD Tongowai telah diajukan sejak 2025 dan baru direncanakan direalisasikan pada 2026. Pembangunan pun akan dilakukan secara bertahap.
“Informasinya, tahap awal akan dibangun enam ruang kelas dan satu ruang guru,” jelasnya.
Pembangunan bertahap ini, lanjutnya, dipengaruhi oleh efisiensi anggaran yang membuat progres harus disesuaikan.
Meski begitu, persiapan teknis telah dilakukan. Konsultan dari Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan diketahui sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta pengukuran lahan.
“Luas lahannya sekitar 2.000 meter persegi. Dari luas itu, masih memungkinkan untuk penambahan aula maupun lapangan,” tambahnya.
Namun hingga saat ini, belum ada perkembangan terkait pengadaan material pembangunan.
Masita juga menyoroti kondisi bangunan sekolah lama yang dinilai sudah tidak layak. Beberapa bagian, seperti plafon dan atap, disebut mulai lapuk dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Kalau hujan dan angin kencang, kami khawatir saat anak-anak sedang belajar, bangunan bisa ambruk. Kami berharap pembangunannya bisa dipercepat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pemindahan sekolah tidak hanya menyangkut gedung, tetapi juga perlu memperhatikan akses jalan dan pagar sekolah.
“Lokasinya agak jauh dari jalan umum, jadi anak-anak harus berjalan sendiri saat pulang sekolah. Ini juga perlu jadi perhatian,” harapnya.
Sementara itu, Jamil Hadi, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, dikonfirmasi melalui WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.