Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Sultan Babullah Ternate memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan di Maluku Utara pada 8–11 Juli 2026.
Muhammad Fauzi Bintiang, Prakirawan BMKG Ternate, mengatakan berdasarkan kondisi sinoptik, angin di wilayah Indonesia bagian utara ekuator umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 8–33 knot.
Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 7–34 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten, Nusa Tenggara Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Maluku, dan Laut Arafura.
Di wilayah Maluku Utara, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Batang Dua, Kepulauan Loloda, perairan utara Mangole, perairan Halmahera Barat, timur dan barat Sanana, timur Kepulauan Halmahera, Gebe, serta perairan selatan Taliabu.
Selain itu, potensi gelombang dengan ketinggian yang sama juga diprakirakan terjadi di perairan barat Bacan, barat daya dan tenggara Morotai, barat laut dan barat daya Obi, serta timur laut Morotai.
“Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter,” kata Fauzi, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berisiko bagi kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi lembaga. Nelayan, pengguna transportasi laut, serta warga yang beraktivitas di wilayah pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi selama periode tersebut.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.