Rencana pembangunan Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, hingga pertengahan 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan itu masih berada pada tahap persiapan lahan.

Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun Kadera.id, pembangunan tujuh gudang Bulog di sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara dijadwalkan mulai berjalan tahun ini. Salah satu lokasi yang masuk dalam rencana tersebut adalah Kabupaten Pulau Taliabu.

Rencana pembangunan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Perum Bulog Cabang Ternate dengan tujuh pemerintah kabupaten, yakni Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Barat.

Pembangunan gudang Bulog ini ditujukan untuk mempermudah distribusi pangan ke wilayah-wilayah terpencil, termasuk Pulau Taliabu. Selain itu, keberadaan gudang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan stok bahan pangan bagi masyarakat.

Atma, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Taliabu, saat dikonfirmasi Kadera.id, lalu mengatakan, rencana pembangunan gudang Bulog masih berada pada tahap penyelesaian kesiapan lahan.

Menurut Atma, lahan yang disiapkan seluas dua hektare dan berlokasi di Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat. Namun hingga kini prosesnya belum rampung karena masih menunggu penyelesaian administrasi pertanahan.

“Pemerintah merespons rencana pembangunan gudang Bulog. Saya sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan, alhamdulillah lahannya sudah siap. Namun prosesnya belum final karena masih dalam pengurusan sertifikat tanah. Lokasinya di Desa Talo dengan luas sekitar dua hektare,” kata Atma.