Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate berencana membangun tujuh bak penampungan air di sejumlah titik yang rentan terjadi kebakaran seperti di Kecamatan Ternate Utara dan Ternate Barat.
Fery Hamdani, Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate, mengatakan rencana pembangunan bak penampungan air tersebut sebagai langkah mitigasi kebakaran lahan sekaligus untuk pengairan tanaman di kebun petani.
“Rencana pembangunan penampungan air itu untuk mempermudah pasokan air saat terjadi kebakaran sekaligus membantu penyiraman tanaman warga yang mengering,” katanya.
Di Ternate Utara dan Ternate Barat, kebakaran dominan terjadi di area pemukiman warga, perkebunan, dan kawasan hutan. Meski begitu, kata dia, tetap dipadamkan secara manual melalui bantuan operasional yang memadai.
Kebakaran tersebut terjadi akibat musim kemarau yang telah berlangsung tiga bulan, membuat banyak pohon kering. Termasuk meningkatnya kecepatan angin turut memengaruhi. Berdasarkan data BMKG, musim kemarau yang dipicu El-Nino akan berlangsung hingga Oktober 2026.
“Di bulan Agustus tercatat kebakaran telah terjadi di beberapa tempat, seperti Kelurahan Takome dan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat. Ditambah Kelurahan Tubo, Ternate Utara,” katanya.
Ia mengimbau kepada warga agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan baik sampah maupun lahan. Selain itu, warga diharapkan tetap waspada pohon tumbang akibat kecepatan angin. Termasuk untuk warga pesisir terutama nelayan dan motoris untuk waspada gelombang tinggi.
“Berhati-hati saat beraktivitas di laut karena angin kencang dapat membuat gelombang tinggi yang dapat menimbulkan kecelakaan laut,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.