Perusahaan Daerah (PD) Perdana Cipta Mandiri (PCM) Halmahera Timur melakukan sosialisasi Manajemen Risiko, Tata Kelola, serta Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan sebagai bentuk komitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 28 September 2026, tersebut menghadirkan BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Utara sebagai narasumber dan diikuti jajaran karyawan dan karyawati PCM.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan pemahaman seluruh jajaran mengenai pentingnya manajemen risiko, tata kelola yang baik, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas dan pengelolaan keuangan perusahaan.
Said Mustafa, Direktur Umum PD Perdana Cipta Mandiri, mengatakan penguatan tata kelola merupakan kebutuhan penting dalam memastikan perusahaan berjalan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama mengenai manajemen risiko, tata kelola, serta akuntabilitas kinerja dan keuangan. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola perusahaan,” ujar Said.
Menurutnya, manajemen risiko perlu menjadi bagian dari setiap proses pengambilan keputusan maupun pelaksanaan pekerjaan. Dengan begitu, berbagai potensi risiko dapat diidentifikasi dan dikelola sejak awal.
“Setiap pekerjaan memiliki risiko. Karena itu, yang penting adalah bagaimana kita mampu mengidentifikasi, mengendalikan, dan memitigasi risiko tersebut agar tidak menghambat pencapaian tujuan perusahaan,” katanya.
Said juga menekankan bahwa penerapan tata kelola tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi seluruh karyawan di lingkungan PCM.
“Manajemen risiko dan tata kelola bukan hanya menjadi urusan pimpinan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh karyawan. Setiap orang harus memahami tugas, kewenangan, dan tanggung jawabnya dalam menjalankan pekerjaan,” ujarnya.
Ia mengatakan, penguatan tata kelola harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja perusahaan. Menurutnya, budaya kerja yang disiplin, transparan, dan akuntabel diperlukan agar setiap proses dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin membangun budaya kerja yang semakin tertib dan akuntabel. Setiap proses harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi kinerja maupun pengelolaan keuangan. Ini penting untuk memastikan perusahaan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi daerah,” katanya.
Kehadiran BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Utara sebagai narasumber, lanjut Said, menjadi kesempatan bagi jajaran PCM untuk memperluas pemahaman mengenai penerapan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan.
“Kami berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi seluruh jajaran dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Apa yang kita dapatkan hari ini harus diterjemahkan dalam praktik kerja, bukan berhenti sebagai pengetahuan,” ujarnya.
PCM memandang penguatan tata kelola sebagai bagian penting dalam membangun perusahaan daerah yang profesional, sehat, dan mampu menjalankan mandatnya secara optimal.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berharap seluruh jajaran memiliki kesadaran yang sama bahwa keberhasilan PCM tidak hanya diukur dari capaian usaha, tetapi juga dari kualitas proses kerja, kepatuhan, pengelolaan risiko, serta akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.