Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dua warga negara asing (WNA) yang hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pasca-erupsi gunung tersebut pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kedua korban ditemukan pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90”N / 127°52’48.50”E, sekitar 13 meter ke arah utara dari titik pertama sinyal darurat (signal distress) yang ditangkap Basarnas Command Center (BCC).
Iwan Ramadani, Kepala Kantor SAR Ternate, menjelaskan kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
“Kedua korban ditemukan terhimpit batu besar dengan posisi saling berpelukan. Kondisi tubuh korban sudah tidak utuh,” ujar Iwan.
Usai ditemukan, tim gabungan langsung melakukan evakuasi body pack dari bibir gunung untuk diturunkan. Kantong jenazah kemudian dibawa menuju posko induk di Desa Mamuya dan tiba pada pukul 17.43 WIT.
Selanjutnya, jenazah kedua korban dibawa ke RSUD Tobelo guna keperluan autopsi.
Iwan mengatakan proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko tinggi. Namun, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan operasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, Tim SAR Gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga jenazah korban dapat dievakuasi,” katanya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kepala Kantor SAR Ternate juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara serta seluruh unsur yang telah memberikan dukungan selama operasi pencarian berlangsung.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR antara lain Basarnas, Kodam XV/Pattimura, Korem 152/Babullah, Kodim 1508/Tobelo, Kompi 732 Banau Halut, Polres Tobelo, Brimob Polda Malut, BPBD Halut, TNI AD, TNI AL, TNI AU, PVMBG, Dinas Kesehatan Halut, Imigrasi Halut, ERT PT NHM, PMI, Wanadri, komunitas pecinta alam, masyarakat desa setempat, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Sebelumnya, pada 8 Mei 2026, Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Basarnas Command Center terkait deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7”N 127°52’50.2”E di kawasan Gunung Dukono.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi Kepala Desa Mamuya yang melaporkan adanya sejumlah pendaki menjadi korban akibat aktivitas erupsi Gunung Dukono. Pemerintah desa selanjutnya meminta bantuan SAR untuk melakukan proses evakuasi.
Berikut data korban meninggal dunia dalam peristiwa erupsi gunung Dukono:
- Heng — WNA Singapura
- Sha — WNA Singapura
- Angel — WNI.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.