Sejumlah warga Desa Buli Karya, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, keluhkan masih mengambil air bersih dari pipa air yang berada di selokan menggunakan jeriken.

M. Said Marsaoly, warga Halmahera Timur, mengatakan, air yang biasa diambil warga itu bersih, tapi sangat miris jika pipanya berada di selokan.

Menurutnya, warga sudah berulang kali mengusulkan dalam Musrembang terkait penyaluran air bersih di tempat yang layak. Namun, realisasi dari aspirasi warga tak kunjung digubris.

“Ini salah satu pemandangan di Buli Karya. Tong (kami) punya mama-mama, keluarga di Buli Karya masih menadah air bersih di got-got. Betul itu air bersih. Tapi yang bikin miris kenapa harus di dalam got?” katanya kepada reporter Kadera.id, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia mengungkapkan, anggaran proyek pembersihan/perawatan kanal di Maba, yang didudga sebesar Rp40.8 miliar itu mestinya bisa memperhatikan nasib dan memenuhi hak dasar warga seperti air bersih. Sebab, dia bilang, masih banyak warga, khusunya mama-mama di beberapa desa mengeluh soal pelayanan tersebut.

“Proyek miliaran lahir tanpa mendengar suara orang-biasa di kampung-kampung. Warga berusaha tumbuh dengan harapan besar kepada pemerintahan Ubaid-Anjas,” ujarnya.

Karena itu, Said minta Pemkab Haltim alihkan anggaran miliaran terseb untuk kebutuhan dasar warga.

Hingga berita ini terbit reporter Kadera.id masih berupaya mengonfirmasi Pemkab Haltim terkait maslaah tersebut.