Volume timbulan sampah di Provinsi Maluku Utara meningkat 23,3 persen antara tahun 2024-2025. Nilai persentase tersebut merupakan tersebar ketiga secara nasional. Berada di bawah Sulawesi Barat (51,9 persen) dan Lampung (42,9 persen), serta empat kali lebih banyak dari DKI Jakarta (5,7 persen).
Timbulan sampah tahunan Maluku Utara pada 2024 sebanyak 121.288,44 ton. Kemudian, bobotnya naik menjadi 149.604,59 ton pada 2025, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Gejala serupa juga tercatat untuk produksi hariannya, yaitu dari 332,30 ton menjadi 409,88 ton.
Meskipun begitu, SIPSN, portal data persampahan nasional yang dikelola oleh KLH, mencatat bahwa volume tersebut belum sepenuhnya berasal dari semua kabupaten/kota di Maluku Utara.
Data yang masuk pada 2024 berasal dari Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Halmahera Timur, Pulau Morotai dan Pulau Taliabu. Baru enam dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Banyaknya kabupaten/kota yang tercatat pada 2025 justeru berkurang, menyisakan Halmahera Tengah, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.