Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate mencatat telah menangani 156 kejadian sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 merupakan kasus kebakaran, sedangkan 113 lainnya merupakan penanganan non-kebakaran.
Naim Safar, Kepala Dinas Damkar Kota Ternate, mengatakan kasus kebakaran lebih banyak terjadi di kawasan permukiman dibandingkan di kawasan hutan. Wilayah Ternate Utara dan Ternate Selatan menjadi daerah yang paling sering mengalami kebakaran.
Menurutnya, sebagian besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik serta penggunaan kompor yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Kami meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik, terutama saat mengisi daya perangkat elektronik, serta memastikan kompor tidak ditinggalkan dalam keadaan menyala,” katanya, Jumat, 24 Juli 2026.
Naim mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di rumah. Pengawasan terhadap penggunaan listrik dan peralatan memasak dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Kita tidak bisa memprediksi kapan kebakaran akan terjadi. Karena itu, masyarakat harus selalu berhati-hati dan meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitar, terutama di dalam rumah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.