Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate mencatat setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi menghasilkan sampah organik rata-rata hingga dua meter kubik per hari.
Asmal Lahiyaro, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Ternate, mengatakan saat ini armada pengangkut sampah baru melayani beberapa dapur SPPG. Namun, berdasarkan pemantauan, volume sampah yang dihasilkan dapur-dapur tersebut relatif sama.
“Produksi sampah organik setiap hari kurang lebih dua meter kubik. Sekitar tiga sampai empat kantong hitam trash berisi sampah organik. Beratnya 40 sampai 60 kilogram,” kata Asmal kepada Kadera.id saat ditemui di kantornya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Asmal, sampah dari dapur SPPG didominasi sampah organik. Sementara sampah nonorganik yang dihasilkan relatif sedikit, yakni sekitar 1-2 kilogram per hari.
Sayangnya, sampah tersebut belum dikelola secara khusus dan sebagian masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome.
Padahal, kata Asmal, sebagian besar sampah SPPG merupakan sampah organik yang masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti kompos, magot, maupun ecoenzim.
“Itu termasuk banyak. Sampah di SPPG 90 persen sampah organik, bisa bikin kompos, magot, ecoenzim. Kalau dipilah atau diolah, tidak perlu dibuang ke TPA,” ujarnya.
Ia menilai penanganan sampah di Kota Ternate tidak bisa hanya dibebankan kepada DLH. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, dan DLH, termasuk dalam mengawasi serta menangani sampah yang dihasilkan dapur SPPG.
Asmal berharap persoalan pengelolaan sampah tidak berujung pada saling menyalahkan antarinstansi. Menurutnya, kelurahan memiliki peran penting dalam melakukan monitoring terhadap aktivitas SPPG di wilayah masing-masing.
“Saya berharap dari dinas tidak saling menyalahkan, tapi sebagai penanggung jawab secara keseluruhan, peran kelurahan sangat vital untuk monitoring SPPG,” ucapnya.
Sementara itu, Hizkia Jaya Sakti, Koordinator Wilayah SPPG Kota Ternate, yang dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan singkat pada 20 dan 21 Agustus 2026, belum merespons hingga berita ini diterbitkan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.