Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan segera memberlakukan mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa Tidore. Ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Jamil Hadi, di ruang kantornya, Jumat 17 Januari 2025.
Jamil mengatakan, Mulok Bahasa Tidore ini akan diajarkan kepada semua murid kelas IV, jenjang Sekolah Dasar (SD) sebagai mata pelajaran tambahan. Hal ini, menyusul pengguna bahasa daerah itu yang semakin berkurang.
Ia menjelaskan, mereka menggandeng akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate untuk menyusun buku dan bahan ajar mata pelajaran tersebut, yang telah rampung beberapa waktu lalu.
“Sebelumnya, dari tim dari Unkhair Ternate turun melakukan riset ke sekolah-sekolah SD di Kota Tidore Kepulauan. Selain itu, ada juga faktor guru. Selama ini, kami lihat guru ini, ada yang bervariasi di setiap sekolah, bukan hanya guru dari Tidore Kepulauan,” ujarnya.
Pelajaran ini, lanjutnya, mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru nanti, yakni sekitar bulan Juli 2025 mendatang. Karena harus melalui beberapa tahapan, dari pembuatan Peraturan Wali Kota hingga Bimtek untuk para guru.
“Setelah dari itu, kami akan berlakukan, serta buku dan bahan ajar bahasa daerah akan dibagikan ke setiap sekolah, tapi masing-masing hanya dapat satu buku dan bahan ajar,” tuturnya.
Sementara, Kepala SD Negeri 2 Indonesiana Siti Hamisi, mengaku pernah mendengar wacana tersebut dalam pertemuan bersama tim teknis dan Dinas Pendidikan.
Siti mengemukakan alasan Mulok Bahasa Daerah baru diberlakukan terbatas, khusus kepada murid kelas IV SD. Menurut dia, hal ini karena para murid ini sudah bisa memahami pelajaran dengan baik.
Ia menerangkan, pemberlakuan pelajaran tersebut di sekolahnya karena banyak siswa yang berasal dari berbagai suku bangsa. Meskipun begitu, anak-anak etnis lainnya pun mampu berbahasa Tidore.
Tak jarang juga, Siti menemukan, penggunaan Bahasa Tidore di beberapa sekolah di Kecamatan Tidore Timur dan Tidore Utara. Namun, hal itu akan terlihat aneh di sekolah yang lebih dekat ke pusat kota.
“Saat kami menerapkan Bahasa Tidore kepada siswa-siswi pada setiap apel dengan menggunakan sapaan Bahasa Tidore, namun anak-anak tertawa,” katanya.
Siti melanjutkan, di sekolahnya, pelajaran ini akan diajarkan oleh guru kelas.
Ia menambahkan, lebih dulu mereka telah memulai dengan Mulok Bahasa Inggris dan Teknik Informatika, di sekolah bertaraf internasional ini. Sehingga kurikulumnya pun disesuaikan dengan taraf sekolah.
“Jadi buku-buku Bahasa Inggris dan TIK itu, semuanya lengkap. Baik buku maupun komputer. Sehingga paska sekolah bertaraf internasional, kami tetap masih menggunakan buku tersebut,” jelasnya.
Ia berharap, kebijakan ini dapat diterapkan pemerintah di seluruh sekolah. Supaya para murid dapat menuturkan Bahasa Tidore.
—
Reporter: Mansyur Armain

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.