Program budidaya lebah madu di Dusun Titipa, Desa Dodaga, Wasile Timur, Halmahera Timur, sudah mulai berjalan. Program ini melibatkan masyarakat lokal, pemerintah desa, dan organisasi konservasi dengan tujuan meningkatkan perekonomian dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Sem Sulasi, petani budidaya lebah dusun Titipa, merasa bersyukur atas dukungan para pihak yang mendorong budidaya lebah madu di kampungnya.

“Dengan program ini, kami optimis bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dan melestarikan alam sekitar,” ujar Sem, saat ditemui, pada Senin, 20 Januari 2025.

Program budidaya lebah madu di Dusun Titipa sudah berjalan sejak Januari 2024. Program ini memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal seperti keanekaragaman tumbuhan berbunga untuk menghasilkan madu berkualitas tinggi dengan metode budidaya ramah lingkungan.

“Budidaya lebah madu tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan karena lebah memiliki peran penting dalam penyerbukan tanaman,” ujar Vandi Batahari, pendamping budidaya madu di Titipa.

Pelatihan intensif telah diberikan kepada para peserta, meliputi cara pembuatan kotak sarang lebah, teknik pemeliharaan lebah, hingga pengolahan madu. Hasil panen pertama diharapkan dapat mulai dirasakan dalam beberapa bulan ke depan, dengan target pasar utama adalah konsumen lokal yang ada di wilayah Halamahera Timur.

Vandi mengatakan program ini juga diintegrasikan dengan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya lebah bagi ekosistem. Melalui kampanye dan kegiatan sekolah, anak-anak diajak untuk mengenal peran lebah dalam kehidupan manusia serta menjaga keanekaragaman hayati.

“Dengan semangat gotong-royong, Dusun Titipa tidak hanya berusaha menjadi contoh keberhasilan budi daya lebah madu, tetapi juga inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan program serupa,” jelas Vandi.

—–

Reporter: Ramli Mohtar
Editor: Rabul Sawal