Sampah menumpuk tak terurus di pangkalan nelayan 40, Kampung Makassar Timur, Ternate Tengah, Kota Ternate. Sampah itu diketahui merupakan sampah kiriman saat hujan.

“Kami sering kerja bakti setiap Minggu, bahkan di angkut menggunakan body viber, tetapi masih saja sampah menumpuk di bawah kolong jembatan karena sampah yang setiap hari menumpuk adalah sampah kiriman,” kata Noni Husen, warga Kampung Makassar Timur, kepada tuturfakta.com, pada Kamis, 23 Januari 2025.

Sampah bahkan menumpuk lebih banyak saat pembangunan jembatan di jalan Djabir Syah tersebut. “Baunya sangat menyengat, nyamuk berkeliaran, sampai kami terkena penyakit malaria,” tutur Noni.

Sampah berserakan di pesisir Kampung Makasar Timur. Foto: Yuli Sapsuha

Noni dan warga setempat sampai mengeluh sebab, meski terus dibersihkan sampah tidak pernah selesai. Ia malu saat melihat ada orang asing atau luar negeri yang mondar-mandir sambil mengambil gambar.

Selain itu, disekitaran jembatan salah satu kos-kosan atapnya dipenuhi dengan sampah. Ketika diminta keterangan salah seorang penghuni kosan yang enggan namanya disebutkan mengatakan “begitu sudah, Tara tau.”

Noni Husen berharap, pemerintah harus lebih tegas untuk menangani sampah. Sebab, masyarakat tidak bisa mengatasi sendiri sampah sebanyak itu.

Muhammad Syafei, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, tak merespon saat di konfirmasi melalui pesan singkat, Kamis 23 Januari 2025, mengenai masalah sampah tersebut.

—-

Reporter: Yulinar Sapsuha
Editor: Rabul Sawal