Aliansi Masyarakat Maluku Utara (AMMU) kembali menggelar unjuk rasa, di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara, Senin sore 2 Desember 2024.
Massa mendesak KPUD Malut untuk segera menindaklanjuti dugaan kecurangan pasangan calon (Paslon) Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe, dalam Pilkada 2024.
Aparat kepolisian dan TNI berjaga selama aksi berlangsung, hingga berakhir sekitar pukul 17:00 waktu setempat, tanpa ada tindakan anarkis maupun pembakaran ban.
Pendemo sempat melakukan hearing dengan Kepala Bagian Teknis Pemilihan KPU Maluku Utara Fadli Muhammad.
Namun pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh Ketua KPUD Mochtar Alting dan anggota lainnya, karena sedang berada di luar daerah.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu perwakilan aliansi mendesak KPU bersikap tegas terhadap dugaan kecurangan, yakni transparansi dana kampanye Paslon 04 tersebut.
“Kami meminta agar KPU mempublikasikan data dana kampanye paslon 04, khususnya terkait Yayasan Bela yang selama ini aktif membagi-bagikan sembako hampir di seluruh wilayah Maluku Utara. Totalnya mencapai ratusan miliar. Kami meminta PPATK untuk mengaudit dan menginvestigasi aliran dana tersebut, karena dikhawatirkan ada indikasi pencucian uang,” tegas perwakilan AMMU.
Mereka juga mendesak KPU untuk segera mengatur pertemuan langsung dengan para komisioner dalam waktu 3X24 jam.
“Kami hanya ingin bertemu dengan komisioner KPU. Sudah beberapa hari kami demo, tetapi mereka seolah menghindar. Kami mencintai negeri ini dan tidak ingin menciptakan kekacauan, hanya meminta keadilan,” tambahnya. (TF)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.