Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan menyerahkan bantuan dua unit mobil pengangkut berpendingin kepada koperasi perikanan di Halmahera Selatan dan Morotai, Maluku Utara pada Rabu, 11 Desember 2024.
“Tahun ini ada bantuan 10 mobil berpendingin. Maluku Utara mendapatkan dua unit. Satu di Bacan Halmahera Selatan dan satunya lagi di Morotai,” ujar Ivan Hanafi, Perwakilan Ditjen PDSPKP KKP.
Usai penyerahan, mobil tersebut kemudian dioperasikan pada Jum’at, 13 Desember 2024. Bantuan ini merupakan wujud dari program Sistem Logistik Ikan Nasional atau SLIN.
Kendaraan roda empat ini dilengkapi dengan engkel box dan thermoking yang mampu mengangkut bobot 3,7 ton.
Ivan melanjutkan, setiap tahun selalu ada bantuan untuk sektor produksi perikanan. Ini dilakukan secara berjenjang, berdasarkan usulan koperasi yang sudah punya Nomor Induk Koperasi (NIK) kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.
Apabila syaratnya telah terpenuhi, katanya, kemudian diteruskan ke Pemerintah Provinsi untuk validasi, dan ditindaklanjuti ke Pemerintah Pusat.
“Tahun lalu Ternate dan Halmahera Timur mendapatkan bantuan ini. Bantuan ini dan dimulai dari 2016 dan tiap tahun ada. Kalau tidak dapat mobil berpendingin, bisa pabrik es. Bisa juga gudang beku portable,” tuturnya.
Ia menambahkan, semua yang bergerak dalam usaha perikanan punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan serupa, dari kelompok masyarakat, kelompok pendidikan seperti pesantren, hingga lembaga adat.
Sementara, Ketua Koperasi Produsen Lintas Maluku Utara Mayrudin Maende, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat hingga datangnya bantuan KKP ini.
Dia mengemukakan, kendaraan tersebut akan mendukung proses mobilisasi hasil perikanan.
Menurutnya, ikan yang sudah diolah di pabrik dan cold storage dapat dibawa dengan pendingin bergerak ini puluhan kilometer menuju ke kota tujuan, dalam keadaan dingin.
“Kami sudah menguji coba penggunaan perdana dari Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tiley di Morotai Selatan Barat yang dikelola Koperasi Produsen Lintas Maluku Utara,” sebutnya.
Selain itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai Joppy Jutan, mengatakan bantuan ini setidaknya dapat memenuhi kebutuhan angkut ikan maupun es.
Jika tidak, sambungnya, maka rantai pasok dingin bisa terganggu. (TF)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.