Malut United akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas PS Barito Putera dalam laga pekan ke-26 Liga 1 2024/2025.

Duel ini akan berlangsung di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 8 Maret 2025 pukul 21.30 WITA atau 22.30 WIT, dan dapat disaksikan secara live di Indosiar.

Pelatih kepala Malut United FC, Imran Nahumarury, meminta para pemainnya untuk tetap fokus dan mewaspadai grafik positif Barito Putera yang tampil impresif di paruh kedua musim ini.

“Kami tidak boleh terlena dengan hasil-hasil sebelumnya. Setiap pertandingan memiliki tantangan yang berbeda, dan Barito Putera sedang dalam tren positif. Saya instruksikan kepada seluruh pemain untuk tetap fokus dan disiplin dalam menjalankan strategi,” ujar Imran dalam sesi jumpa pers, Jumat, 7 Maret 2025.

Rentetan tujuh laga tanpa kekalahan yang dicatat Malut United juga tak boleh membuat tim kehilangan kewaspadaan. Hal ini ditegaskan oleh Yance Sayuri, salah satu pemain yang hadir dalam konferensi pers.

“Kami sudah melupakan hasil-hasil sebelumnya dan sekarang hanya fokus menghadapi Barito. Semoga kami bisa menerapkan semua strategi yang telah disiapkan oleh tim pelatih,” kata Yance.

Barito Putera dalam Tren Positif

Di pertemuan pertama musim ini pada 26 Oktober 2024, Malut United dan Barito Putera bermain imbang 0-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul. Saat itu, Malut United menciptakan 11 percobaan dengan 3 yang tepat sasaran. Sementara, Barito memiliki 7 tembakan dengan 4 yang mengarah ke gawang.

Namun, kali ini Barito Putera memiliki modal kuat di kandang. Dalam delapan laga terakhir sejak paruh kedua musim, Laskar Antasari mencatat lima kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya dua kali kalah.

Sebelum menjamu Malut United, Barito Putera juga sedang dalam tren positif dengan dua kemenangan beruntun. Mereka bangkit setelah kalah 1-2 dari Borneo FC dengan mengalahkan Bali United (3-1) dan PSS Sleman (2-1).

Barito juga tampil solid di Stadion Demang Lehman. Dua tamu terakhir, Semen Padang (2-1) dan Bali United (3-1), pulang tanpa membawa poin. Malut United pun harus mewaspadai kekuatan kandang lawan.

Malut United Jaga Konsistensi

Sementara itu, Malut United juga menunjukkan performa stabil sejak awal paruh kedua musim ini. Setelah kalah 0-1 dari Madura United di laga pertama paruh kedua, tim asuhan Imran Nahumarury berhasil meraih 5 kemenangan dan 2 hasil imbang dalam tujuh pertandingan terakhir.

Dua laga terakhir yang dimainkan di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, juga berakhir manis bagi Laskar Kie Raha. Mereka sukses mengalahkan PSS Sleman (1-0) dan Arema FC (2-1), yang menjadi bekal positif menjelang duel melawan Barito.

Imran Nahumarury: Pelatih Lokal Harus Adaptif

Dalam sesi tanya jawab, Imran Nahumarury juga menanggapi statusnya sebagai satu-satunya pelatih lokal yang tersisa di Liga 1 musim ini.

“Saya tidak ingin menjadikan itu sebagai beban. Saya berharap pelatih lokal mendapat kepercayaan dan dukungan yang sama seperti pelatih asing,” ujar eks pemain timnas Indonesia tersebut.

Imran menegaskan bahwa pelatih lokal harus memiliki tiga prinsip utama agar bisa bersaing di kancah sepak bola modern.

“Kita harus menghargai masa lalu, mempelajari masa kini, dan mengantisipasi masa depan. Sepak bola terus berkembang, dan pelatih harus selalu beradaptasi dengan teknologi dan tren terbaru,” tutupnya.

Malut United kini bersiap menghadapi tantangan berat di Stadion Demang Lehman. Mampukah mereka meraih poin dari kandang Barito Putera yang tengah on fire?