Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tidore Kepulauan berencana memulai perbaikan ruas jalan dari Fobaharu menuju Kalaodi pada bulan ini, Mei 2025.
Proyek ini awalnya direncanakan dengan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 4 miliar, namun karena pertimbangan efisiensi, hanya dialokasikan Rp 2 miliar.
Warga RT 05 Kelurahan Fobaharu, Najmi Nasrun (33), mengungkapkan bahwa informasi perbaikan jalan ini ia peroleh saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan reses anggota DPRD beberapa bulan lalu.
“Saya tahu ini waktu ikut musrenbang dan reses bersama anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Pak Bidi atau Ahmad Zen,” ujarnya, Sabtu, 17 Mei 2025.
Ia menambahkan, usulan perbaikan jalan ini telah disampaikan setiap tahun dalam Musrenbang Kelurahan, namun baru terealisasi pada tahun ini.
Senada dengan itu, Ketua RW 05 Fobaharu, Barahima Ismail (63), juga mendapat informasi perbaikan jalan tersebut saat menghadiri reses anggota DPRD.
Ia menyebut, dalam reses tersebut juga dibahas rencana pembangunan sumur bor dan pemasangan jaringan listrik dari Fobaharu ke Kalaodi dengan nilai anggaran sebesar Rp 3 miliar. “Apakah anggaran itu jadi atau tidak, saya belum tahu pasti,” katanya.
Menurut Barahima, jalan ini sebelumnya sering digunakan oleh pegawai sebagai jalur alternatif menuju kantor. Namun, kondisi jalan yang rusak membuat jalur ini jarang dilalui.
“Dulu banyak pegawai lewat sini, tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” ungkapnya. Ia juga menyayangkan belum adanya realisasi meski pihak PUPR sudah beberapa kali melakukan pengukuran jalan.
“PU sudah turun ukur, tapi tidak ada kelanjutannya. Katanya tahun depan, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” imbuhnya.
Diketahui, pembangunan jalan ini sudah dimulai sejak masa Wali Kota Achmad Mahifa, namun baru direalisasikan pada 2025 di bawah kepemimpinan Muhammad Sinen dan Ahmad Laiman. Sementara pada periode Capt. H. Ali Ibrahim, jalan tersebut belum sempat diperbaiki.
“Saya berharap, tahun ini jalan itu benar-benar bisa diperbaiki. Kalau tidak, bagaimana nasib kami?” ucap Barahima.
Respons Pemerintah Kelurahan
Lurah Fobaharu, Asri Soleman, membenarkan adanya perbaikan jalan Fobaharu-Kalaodi pada 2025 oleh Dinas PUPR. Ia menjelaskan, jalan yang telah dihotmix saat ini hampir mencapai RT 05, namun jalur menuju Kalaodi sejauh 2 kilometer masih belum teraspal.
“Setiap Musrenbang Kelurahan, jalan ini selalu diusulkan lengkap dengan dokumen perencanaan,” kata Asri. Ia menambahkan, usulan dari kelurahan belum tentu diakomodasi di tingkat kota karena keterbatasan keterwakilan dalam Musrenbang Kota.
Menurutnya, warga terus menyuarakan aspirasi mereka dalam setiap reses DPRD agar akses ke Kalaodi bisa diperbaiki.
Sementara itu, Lurah Kalaodi, Dedy Abdul, menyampaikan bahwa beberapa hari lalu tim konsultan dan Dinas PUPR telah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan. Namun, volume pasti perbaikan belum dapat ditentukan karena kontur jalan yang bervariasi.
“Pagu anggaran perbaikan jalan ini sebesar Rp2 miliar dan tinggal menunggu proses tender,” jelas Dedy. Ia menambahkan, jika perbaikan belum rampung tahun ini, pihaknya akan tetap mengusulkan kembali tahun depan.
Dedy menyebut, jalan tersebut pertama kali dibangun pada tahun 2007 di masa Bupati Hasan Doa, kemudian diaspal saat kepemimpinan Wali Kota Achmad Mahifa dan dilanjutkan proses hotmix pada masa Capt. H. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, namun belum selesai sepenuhnya.
DPRD Akan Pantau Proyek
Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, H. Ade Kama, menegaskan bahwa anggaran perbaikan jalan Fobaharu-Kalaodi telah dialokasikan sebesar Rp3 miliar pada tahun 2025.
“Jalan ini sudah lama diusulkan masyarakat Fobaharu dan Kalaodi, dan akhirnya direalisasikan tahun ini. Saya akan pantau, jika belum tuntas tahun ini, akan saya perjuangkan untuk diselesaikan di tahun 2026,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.