Festival KNPI Kota Tidore Kepulauan bertajuk Junior Football Tournament 2026 resmi ditutup usai berlangsung selama empat hari di Lapangan Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur.
Ajang pembinaan sepak bola usia dini ini diikuti hampir 600 siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara.
Kegiatan yang diinisiasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan tersebut menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan bagi pesepak bola muda kelompok usia 9 hingga 12 tahun. Antusiasme tinggi peserta menegaskan besarnya potensi sepak bola usia dini di wilayah Maluku Utara.
Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menegaskan bahwa festival ini tidak sekadar bersifat seremonial. Menurutnya, Junior Football Tournament dirancang sebagai bagian dari upaya membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan terarah.
“Keterlibatan hampir 600 anak menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Maluku Utara memiliki basis yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dibina secara serius dan berkelanjutan, bukan hanya lewat turnamen sesaat,” ujar Mansyur.
Ia menjelaskan, KNPI mengambil peran sebagai fasilitator dengan membuka ruang kolaborasi antara Sekolah Sepak Bola dan para pelatih yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan di lapangan. Festival ini juga menjadi ruang evaluasi dan pembelajaran bersama, baik bagi pemain muda maupun pelatih.
Selain penguatan teknik dasar bermain sepak bola, festival ini juga menekankan nilai sportivitas dan pembentukan karakter sejak usia dini. Mansyur menambahkan, pembinaan pesepak bola muda tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi olahraga semata.
“Anak-anak harus tumbuh seimbang. Selain mengejar prestasi di bidang olahraga, mereka juga dituntut untuk berprestasi secara akademik melalui pendidikan formal di bangku sekolah. Sepak bola harus berjalan seiring dengan pendidikan,” tegasnya.
Pada penutupan kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang berdasarkan kelompok usia. Untuk kategori U-9, juara pertama diraih SSB Santika, disusul SSB Gamalama di posisi kedua, SSB Nuku Jr sebagai juara ketiga, dan Asty Malut Akademik di peringkat keempat.
Kategori U-10 dimenangkan Asty Malut Akademik, diikuti SSB Mayoma sebagai juara kedua, SSB Milanisti Junior Merah di posisi ketiga, serta Tunas Gamalama Biru di peringkat keempat.
Sementara pada kelompok usia U-11, SSB Cendrawasih keluar sebagai juara pertama, disusul SSB Babullah, SSB PPA Leleoto, dan SSB Tugumuda masing-masing di posisi kedua hingga keempat.
Adapun kategori U-12, juara pertama diraih SSB IM Putih, diikuti SSB Nuku Jr di posisi kedua, SSB Poram sebagai juara ketiga, dan SSB Olimpic di peringkat keempat.
Mansyur menegaskan, hasil pertandingan bukanlah tujuan akhir dari festival ini. Yang terpenting adalah proses pembinaan, pengalaman bertanding, serta keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan.
“Turnamen ini adalah investasi jangka panjang. KNPI ingin memastikan anak-anak tumbuh tidak hanya sebagai atlet berprestasi, tetapi juga sebagai generasi muda yang cerdas dan berkarakter,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.