Pelayanan ambulans laut antar pulau di wilayah Kota Ternate, khususnya Batang Dua, Hiri, dan Moti (Bahim), dinilai belum efektif dan optimal. Warga pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate untuk menambah dua unit ambulans laut guna meningkatkan layanan rujukan pasien.
Muis Ade, warga Moti, mengatakan kebutuhan ambulans laut terus meningkat seiring tingginya angka rujukan pasien antar pulau. Namun, menurutnya, keberadaan satu unit ambulans laut saat ini belum mampu menjawab kebutuhan tersebut, terutama dalam situasi darurat.
“Skema menunggu kehadiran satu unit ambulans laut di puskesmas merupakan model pelayanan kesehatan yang buruk di Kota Ternate,” ujarnya kepada reporter Kadera.id, Senin, 20 April 2026.
Ia menilai, penggunaan satu ambulans laut untuk melayani tiga pulau justru berisiko dan dapat mempertaruhkan nyawa masyarakat. Kondisi ini, kata dia, bukan semata soal keterbatasan armada, tetapi juga menjadi ukuran keseriusan Pemkot Ternate dalam menjamin hak hidup warga di wilayah terluar.
“Karena itu, penambahan dua ambulans laut yang ditempatkan secara strategis di wilayah Bahim adalah langkah yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Muis bilang, hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan merata merupakan mandat konstitusi. Oleh sebab itu, Pemkot Ternate bersama Dinas Kesehatan memiliki kewajiban untuk menambah dua armada ambulans laut sebagai upaya melindungi hak warga.
“Pengadaan dua armada ini penting untuk mengatasi tantangan geografis dalam pelayanan kesehatan bagi warga Bahim,” pungkasnya.
Sementara itu, Dr. Fathiyah Suma, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, saat dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan singkat terkait persoalan tersebut, belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.