Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Opening Ceremony program “Discover the Natural Treasure: Tidore & Ternate” yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara manajemen hotel, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, serta pemerintah daerah terkait, dalam upaya mempromosikan potensi budaya, sejarah, dan kekayaan alam kawasan timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa Tidore bukan sekadar titik di peta, melainkan salah satu pilar penting dalam sejarah berdirinya Indonesia.
“Saya ingatkan bahwa Kesultanan Tidore pernah menyumbangkan hampir sepertiga wilayahnya demi keutuhan Republik Indonesia,” tegasnya, Kamis, 23 April 2026.
Menurutnya, tanpa peran Tidore, wajah Nusantara tidak akan sama. Ia bahkan menyebut, semangat persatuan yang tercermin dalam lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” tidak lepas dari kontribusi Kesultanan Tidore yang memilih bergabung dengan NKRI. Keunikan Maluku Utara, lanjutnya, adalah permata berharga bagi bangsa ini.
Ahmad juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah dan kesultanan bersejarah seperti Tidore, Ternate, Bacan, dan Jailolo. “Sinergi tersebut harus terus diperkuat agar dapat berkembang bersama di era modern,” katanya.
Dari sisi lingkungan, ia menjelaskan bahwa Kota Tidore Kepulauan kini diusulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai daerah dengan konservasi keanekaragaman hayati yang lengkap.
“Tidore juga berperan sebagai daerah penyangga (buffer zone) di tengah aktivitas industri tambang, dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Meski berstatus sebagai kota, Tidore tetap mempertahankan karakter kearifan lokal pedesaan yang kuat,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi-potensi unggulan dari berbagai daerah dapat terangkai menjadi kekuatan bersama, layaknya kepingan puzzle yang menyatu indah, demi mendorong Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju di masa depan.
Sementara itu, Anggie Ayuningtyas, General Manager Hotel Borobudur Jakarta, menjelaskan bahwa program “Discover” bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Tidore dan Ternate ke kancah internasional.
Ia menambahkan, kekayaan Indonesia tidak hanya untuk diketahui, tetapi juga perlu dipelajari dan diimplementasikan.
“Kami ingin menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dalam tentang “Negeri Rempah” melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai yayasan,” katanya.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, Direktur Eksekutif APEKSI, perwakilan perbankan nasional seperti Bank Artha Graha, hingga perwakilan perbankan internasional dari Spanyol. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, pimpinan OPD, serta tokoh masyarakat Tidore dan Maluku Utara yang berdomisili di Jakarta.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.