Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku Utara pada Februari 2026 didominasi oleh lulusan pendidikan tinggi, yakni Diploma IV hingga S3, dengan angka mencapai 7,53 persen.

Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Sementara itu, TPT terendah tercatat pada kelompok pendidikan SD ke bawah, yakni sebesar 1,48 persen.

Meski demikian, jika dilihat dari distribusi pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan sepanjang Februari 2024 hingga Februari 2026, lulusan SMA masih menjadi penyumbang jumlah pengangguran terbanyak.

Simon Sapary, Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, menyampaikan bahwa secara umum TPT pada Februari 2026 berada di angka 4,46 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen poin dibandingkan Februari 2025. Artinya, sekitar 4 dari 100 angkatan kerja di Maluku Utara masih berstatus pengangguran.

Grafik data realitas pengangguran di Maluku Utara. Aset: Kadera.id

Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 4,33 persen, lebih rendah dibandingkan TPT perempuan yang mencapai 4,66 persen. Namun demikian, TPT laki-laki justru mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sementara itu, TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 0,38 persen poin dibandingkan Februari 2025,” ujar Simon, Rabu, 6 Mei 2026.

Selain itu, jika dilihat berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT di daerah perkotaan tercatat lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Pada Februari 2026, TPT perkotaan mencapai 5,70 persen, sedangkan TPT perdesaan sebesar 3,80 persen.

“Dibandingkan Februari 2025, TPT perkotaan meningkat sebesar 1,91 persen poin, sementara TPT perdesaan justru menurun sebesar 0,66 persen poin,” pungkasnya.