Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pulau Taliabu akan menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis bagi masyarakat pada Juli 2026 mendatang. Kegiatan tersebut difasilitasi langsung oleh Kementerian Sosial, mulai dari tenaga dokter hingga peralatan medis yang dibutuhkan.

Kuraisia Marsaoly, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu, mengatakan usulan pelaksanaan baksos operasi katarak telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Sosial pada 6 Mei 2026 lalu. Usulan itu juga disampaikan langsung saat audiensi bersama Menteri Sosial.

“Alhamdulillah, Pak Menteri merespons dengan baik. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dirjen dan Direktorat Lansia untuk melakukan persiapan pelaksanaan bakti sosial operasi katarak di Kabupaten Pulau Taliabu,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Setelah berkoordinasi dengan Direktorat Lansia, pihak Dinsos kemudian mendatangi Sentra Operasi Katarak di Palu, Sulawesi Tengah, yang menjadi perwakilan Kemensos untuk wilayah Taliabu.

“Saat kami mendatangi Sentra Operasi Katarak di Palu, alhamdulillah mendapat respons baik. Saat ini kami sedang melengkapi data dari 326 lansia yang telah menjalani skrining dan dinyatakan menderita katarak dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda,” katanya.

Kuraisia menambahkan, jumlah data penerima manfaat akan terus ditambah hingga mencapai 500 orang. Sebab, data 326 lansia tersebut baru mencakup 41 desa dari total 71 desa di Pulau Taliabu. Artinya, masih ada sekitar 30 desa yang belum terjangkau pendataan.

“Saat ini kami sudah menurunkan staf ke lapangan. Mulai besok saya bersama staf dan dokter akan turun langsung ke desa-desa, dimulai dari wilayah selatan, untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Pendataan dan skrining ulang dilakukan untuk melengkapi data desil masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dari 326 lansia yang telah didata, sebanyak 146 orang tercatat berada pada desil 6 hingga 10. Karena itu, pihaknya perlu melakukan verifikasi ulang di lapangan untuk memastikan apakah mereka benar-benar berada pada kategori tersebut atau justru masuk desil 1 hingga 5 sebagai kelompok masyarakat kurang mampu.

“Karena itu kami wajib mengecek langsung ke lapangan agar dilakukan pembaruan data, sehingga mereka bisa masuk dalam desil 1 sampai 5 dan layak mendapatkan operasi katarak gratis ini,” terangnya.

Menurut Kuraisia, program operasi katarak gratis ini sangat penting bagi masyarakat Pulau Taliabu. Pasalnya, daerah tersebut belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai maupun dokter spesialis mata. Selain itu, kondisi geografis juga membuat akses masyarakat dari desa menuju ibu kota kabupaten cukup sulit.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebagian besar calon penerima manfaat berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan, terdapat 48 lansia yang datanya belum ditemukan dalam sistem desil akibat kesalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Karena itu kami sudah menyurat ke Dinas Dukcapil untuk melakukan pengecekan kembali terkait NIK mereka. Untuk pelaksanaan operasi katarak sendiri bergantung pada kesiapan data kami. Kami juga diminta terus membangun komunikasi dengan kementerian, khususnya Direktorat Lansia,” tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Pulau Taliabu itu mengatakan, pelaksanaan operasi katarak direncanakan berlangsung pada Juli 2026. Direktorat Lansia pun meminta agar seluruh kelengkapan data sudah disampaikan paling lambat akhir Mei agar proses skrining dapat segera dilakukan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar hadir saat tim Dinsos melakukan pendataan dan pemeriksaan di lapangan. Sebab, dalam kegiatan tersebut pihaknya turut membawa dokter untuk melakukan pemeriksaan langsung di desa-desa.

“Tujuannya agar masyarakat tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke puskesmas di ibu kota kabupaten untuk melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.