Warga Desa Nuku, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, mengeluhkan kondisi ruas jalan penghubung Payahe–Dehepodo yang rusak parah, terutama di kawasan Gunung Mangga. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera merealisasikan janji perbaikan jalan yang hingga kini belum juga terlaksana.

Amran Tawari, salah seorang warga Desa Nuku, mengatakan ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat. Selain menjadi jalur utama aktivitas ekonomi, jalan itu juga digunakan para petani untuk mengangkut hasil kebun serta menjadi akses para pelajar menuju sekolah.

Namun, menurutnya, kondisi jalan terus memburuk akibat minimnya perawatan. Aspal dipenuhi lubang, permukaan jalan dipenuhi kerikil, serta tidak dilengkapi penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalu lintas. Kondisi itu membuat pengendara kesulitan melintas, terutama pada malam hari.

Amran mencontohkan, di ruas jalan perbatasan Desa Tagalaya dan Desa Nuku, kendaraan roda empat bahkan sulit melintas. Sementara di kawasan Gunung Mangga, kecelakaan lalu lintas disebut kerap terjadi akibat kerusakan jalan.

“Bahkan beberapa waktu lalu ada warga yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Sudah lebih dari 10 kali kecelakaan terjadi karena kondisi jalan rusak. Hari Selasa kemarin juga ada yang meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), dan ada korban lain yang harus dilarikan ke rumah sakit,” kata Amran kepada Kadera.id, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia mengaku masyarakat telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.

Amran menilai Pemerintah Provinsi Maluku Utara hanya sebatas menyampaikan janji tanpa diikuti realisasi. Padahal, jika terus dibiarkan, kerusakan jalan dikhawatirkan akan kembali menimbulkan korban jiwa.

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera mempercepat perbaikan jalan. Kalau terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan ada korban berikutnya,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kadera.id masih berupaya mengonfirmasi Risman Iriyanto Djafar, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, terkait keluhan warga dan rencana perbaikan ruas jalan Payahe–Dehepodo tersebut.