Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, mengajak mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate memperkuat wawasan kebangsaan melalui pemahaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Hasby saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Pertemuan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair, Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, pada 17 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk kembali memahami fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi, serta dinamika sosial yang semakin kompleks.

Empat pilar yang menjadi materi utama sosialisasi tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hasby menekankan, pemahaman terhadap empat pilar tersebut tidak cukup sebatas hafalan atau pengetahuan teoritis. “Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, masyarakat maupun dalam kehidupan demokrasi,” kayanya.

Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan sekaligus kehidupan demokrasi. Kampus pun menjadi ruang penting untuk membangun sikap kritis yang tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.

“Generasi muda harus memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Kampus Punya Peran Strategis

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, Nurain Jalaluddin, turut menyoroti pentingnya kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, kegiatan semacam ini relevan dengan peran kampus dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kesadaran terhadap identitas, budaya, persatuan, dan kehidupan kebangsaan.

FIB Unkhair, sebagai ruang akademik yang berfokus pada ilmu-ilmu kebudayaan, dinilai memiliki posisi strategis dalam merawat keberagaman. “Kekayaan budaya dan identitas lokal Maluku Utara menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa Indonesia tumbuh dari keberagaman yang disatukan oleh nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Karena itu, sosialisasi empat pilar di lingkungan kampus diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut juga diharapkan membuka ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara Pancasila, kebudayaan, demokrasi, konstitusi, dan realitas sosial masyarakat.

“Kehadiran Senator Hasby Yusuf di tengah civitas akademika Unkhair sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara wakil daerah di tingkat nasional dengan generasi muda di Maluku Utara,” ucapnya.

Menjaga Persatuan di Tengah Perubahan Zaman

Tantangan kebangsaan di tengah perubahan zaman tidak hanya muncul dalam bentuk konflik terbuka. Penyebaran informasi yang tidak benar, polarisasi di media sosial, intoleransi, hingga menurunnya kepedulian terhadap persoalan sosial juga menjadi tantangan yang perlu dihadapi generasi muda.

Dalam kondisi tersebut, penguatan nilai-nilai empat pilar dinilai semakin penting, terutama bagi mahasiswa yang nantinya akan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa Unkhair diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman, kebebasan berpikir, identitas budaya, dan komitmen terhadap persatuan Indonesia.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di FIB Unkhair pun menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah maupun lembaga negara.

Menjaga Pancasila, merawat keberagaman, memahami konstitusi, dan mempertahankan keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda Maluku Utara.